Kinerja Ilgiz Tantashev di Prancis vs Paraguay Disorot, Cap Wasit Terjelek Muncul

Prancis menang 1-0 di Philadelphia, namun fokus bergeser ke wasit Ilgiz Tantashev. Data pelanggaran dan kartu memicu kritik tajam dari para pengamat.

Bola.com, Jakarta - Ilgiz Tantashev menjadi sorotan besar setelah pertandingan Prancis vs Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kiprahnya sebagai pengadil dinilai tidak tegas, hingga perbincangan publik lebih ramai soal wasit ketimbang gol penalti Kylian Mbappe.

Prancis melaju berkat kemenangan tipis 1-0 di Philadelphia. Namun, banyak pihak menilai jalannya laga terlalu keras dan kurang terkendali di bawah komando wasit asal Uzbekistan tersebut.

Sejak menit-menit awal, Paraguay tampil agresif untuk memutus ritme Les Bleus. Sejumlah pelanggaran keras terjadi dan, menurut kritik, tidak direspons dengan konsisten sehingga tensi terus meninggi sampai laga usai.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sorotan Utama: Wasit Ilgiz Tantashev di Bawah Tekanan

Kemenangan Prancis yang ditentukan oleh penalti Kylian Mbappe justru tertutup perdebatan terkait kepemimpinan Ilgiz Tantashev. Wasit asal Uzbekistan itu dinilai gagal menegakkan garis tegas terhadap pelanggaran sejak awal laga.

Para pengamat menyebut kurangnya intervensi disipliner membuat pertandingan berjalan di ambang batas. Situasi tersebut dinilai ikut memicu intensitas duel yang tinggi dan protes beruntun dari kedua kubu.

Di sisi lain, hasil akhir memastikan langkah Prancis. Les Bleus disebut mengantongi tiket ke perempat final usai menang 1-0 di Philadelphia pada fase gugur turnamen ini.

Rangkaian Pelanggaran dan Ketimpangan Kartu

Salah satu momen yang disorot adalah ketika Andres Cubas melakukan pelanggaran kepada Adrien Rabiot tanpa disertai kartu kuning. Keputusan itu memancing keberatan dari kubu Prancis yang menilai insiden tersebut layak dihukum.

Tak lama berselang, Juan Jose Caceres juga luput dari sanksi meski melakukan tekel keras terhadap Kylian Mbappe. Situasi ini menambah daftar keputusan yang dinilai tak konsisten.

Gabriel Avalos kemudian tertangkap menyikut perut Dayot Upamecano saat Paraguay mengejar ketertinggalan. Protes kembali mencuat karena aksi tersebut dianggap patut berujung hukuman.

Ironisnya, tiga pemain Prancis justru diganjar kartu kuning: Manu Kone, Bradley Barcola, dan Michael Olise. Sementara itu, tidak ada satu pun pemain Paraguay yang menerima kartu sepanjang laga.

Angka-angka pertandingan mempertegas kontroversi. Paraguay mencatat 13 pelanggaran dan menutup laga tanpa kartu kuning, sedangkan Prancis melakukan 11 pelanggaran dan menerima tiga kartu kuning.

Kritik Terbuka dari Para Pengamat

Kinerja Tantashev memicu komentar pedas dari mantan pemain dan pandit sepak bola. Mereka menilai kontrol pertandingan sejak awal tidak terjaga, sehingga duel berlangsung di atas intensitas normal.

"Itu mungkin performa wasit terburuk yang pernah saya lihat di turnamen ini," kata eks pemain Timnas Jerman, Thomas Hitzlsperger pada BBC Sport.

"Wasit seharusnya bisa mengendalikan situasi. Mereka bisa saja memberikan kartu kuning kepada dua atau tiga pemain sejak awal dan menghentikan semua ini. Paraguay memang selalu akan melampaui batas," ucap eks kiper Inggris, Joe Hart, pada BBC Sport.

"Jika pertandingan ini dimainkan seperti tiga atau empat tahun lalu, mungkin hanya akan ada sekitar 19 kartu kuning," kata pandit BBC Sport, Pat Nevin.

"Namun, Piala Dunia kali ini memiliki standar yang berbeda untuk kartu kuning dan pelanggaran," sambung mantan pemain Timnas Skotlandia itu.

Video Populer

Foto Populer