Sukses


Arti Naif dan Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Sifatnya

Bola.com, Jakarta - Naif adalah satu di antara sifat yang dimiliki oleh manusia. Naif sering merujuk pada seseorang yang polos.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, arti naif adalah tidak banyak tingkah, sangat bersahaja, lugu, sederhana, celaka, bodoh, dan tidak masuk akal.

Sama seperti sifat manusia lainnya, sifat naif tidak selalu baik, tetapi juga bukan berarti buruk.

Sifat naïf bisa menjadi hal yang bagus. Dengan sifat naïf, Anda bisa terhindar dari pikiran dan prasangka buruk terhadap orang lain. Anda tidak akan suka menilai buruk seseorang sebelum mengenalnya dengan baik.

Anda tidak akan peduli dengan perbedaan ras, suku, agama, dan pendidikan. Pikiran Anda akan positif dan Anda dapat menerima setiap orang.

Namun, sifat naïf yang berlebihan juga tidak baik bagi Anda karena seseorang yang terlalu naïf hanya akan melihat segala sesuatunya dalam garis lurus.

Mereka bisa menganggap setiap orang yang ada di sekitarnya adalah orang baik yang bisa diandalkan dan selalu siap membantu. Mereka akan mudah percaya pada perkataan seseorang dan tampak seperti orang yang bodoh.

Untuk lebih lengkapnya, berikut apa itu arti naif dan ciri-ciri orang yang memiliki sifat naif, disadur dari Merdeka, Selasa (13/9/2022).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Ciri-Ciri Orang Memiliki Sifat Naif

Terlalu mudah percaya

Kamus Cambridge menggambarkan orang yang naif sebagai seseorang yang "terlalu mudah percaya bahwa seseorang mengatakan yang sebenarnya, bahwa niat orang secara umum adalah baik."

Anda adalah orang yang naif jika Anda terus memercayai seseorang, bahkan jika dia telah mengecewakan Anda berulang kali.

Ini seperti menyelamatkan teman Anda berulang kali dari rehabilitasi – mengetahui bahwa dia akan kambuh begitu dia meninggalkan pusat rehabilitasi. Meski niat Anda mungkin baik, kemungkinan besar Anda akan berakhir di pihak yang dirugikan.

Terlalu mudah tertipu

Apakah Anda percaya pada pesan yang menyebutkan hadiah ratusan juta? Atau pada seseorang yang mengucapkan kata-kata positif tentang barang yang mereka bawa?

Ini berarti Anda mudah tertipu. Dan ya, ini satu di antara tanda kenaifan yang jelas. Selain terlalu mudah percaya, orang yang naif cenderung percaya semua yang dikatakan orang.

Tidak masalah apakah perkataan itu tidak berdasar atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, orang yang naif akan menganggapnya sebagai fakta.

Mudah dimanfaatkan

Orang yang naif terlalu percaya dan mudah tertipu. Banyak orang di sekitarnya akan mendekati dan mengeksploitasi kelemahan tersebut. Orang-orang akan mudah memanfaatkan Anda, dan jika mereka bersalah, mereka tidak meminta maaf, tetapi membuat alasan lain.

Hebatnya, orang yang naïf akan percaya. Mereka percaya alasan tersebut dan mereka memaklumi apa yang diperbuat orang-orang kepadanya. Hal ini karena pikiran positif mereka yang berlebihan.

3 dari 4 halaman

Ciri-ciri Orang Memiliki Sifat Naif

Memiliki pengalaman hidup yang terbatas

Menjalani kehidupan yang relatif lurus mungkin akan membawa Anda pada pikiran positif. Namun, jika kehidupan Anda hanya dihabiskan di rumah dan sekolah atau tempat kerja, Anda akan melewatkan banyak hal dalam hidup.

Dengan kata lain, Anda melewatkan pengalaman kehidupan nyata yang akan membentuk Anda sebagai pribadi.

Mudah dipengaruhi

Orang yang terlalu naif sangat mudah dipengaruhi. Setiap orang memiliki pengalaman melakukan sesuatu yang "bodoh" ketika dia masih muda. Ini biasanya karena teman-temannya atau orang lain yang menyuruhnya.

Para ahli yang menyebut otak remaja dinamis, tetapi juga rentan. Jadi, tidak mengherankan bahwa anak muda yang mudah dipengaruhi cenderung naif.

Selain itu, anak muda memiliki pengendalian diri yang belum berkembang. Kombinasi ini terbukti menjadi bencana kenaifan dan kecerobohan yang menunggu untuk terjadi.

Sangat bergantung pada orang lain

Sebagai manusia, kita akan bergantung pada orang dari waktu ke waktu. Namun, jika Anda sering mengalami kesulitan tanpa orang lain, Anda mungkin akan menjadi orang yang naif. Faktanya, ini gejala dari suatu kondisi yang dikenal sebagai gangguan kepribadian dependen.

Demikian juga, orang yang naif dan bergantung akan berusaha menghindari konflik atau ketaksetujuan dengan orang lain karena mereka takut kehilangan dukungan orang tersebut. Lebih penting lagi, orang-orang ini akan mencoba dan menoleransi orang yang mengambil keuntungan dari mereka.

4 dari 4 halaman

Ciri-ciri Orang Memiliki Sifat Naif

Tumbuh terlindungi

Jika Anda memiliki orang tua yang terlalu protektif, kemungkinan Anda menjalani kehidupan yang sangat terlindungi. Anda selalu memiliki pendamping ke mana pun Anda pergi. Mereka biasanya akan melarang Anda melakukan banyak hal.

Akibatnya, Anda kehilangan pengalaman yang akan membantu Anda tumbuh.

Meski kehidupan yang protektif merupakan wujud kasih sayang, kehidupan yang terlindung ini bisa membuat seseorang menjadi orang yang naif. Itu karena Anda tidak 'tahu' seperti apa dunia ini. Jadi, ketika seseorang memberi tahu Anda ini atau itu, Anda mudah terpengaruh.

Menolak keluar dari zona nyaman

Meski nyaman, zona aman ini menghambat pertumbuhan Anda. Zona nyaman menghentikan Anda dari berbagai macam risiko dan keuntungan di baliknya.

Anda akhirnya gagal mengalami hal-hal baru, dan itulah sebabnya Anda terus menjadi naif. Selain itu, Anda akan kehilangan imbalan yang datang setelah mengambil risiko, seperti perasaan gagal, bangga, kesuksesan, dan lain sebagainya.

 

Disadur dari: Merdeka.com (Penulis: Andre Kurniawan. Published: 6/1/2022)

Yuk, baca artikel arti lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Video Populer

Foto Populer