Sukses


Macam-Macam Amalan Sunah Nisfu Syakban yang Sayang untuk Dilewatkan

Bola.com, Jakarta Malam nisfu Syakban merupakan satu di antara peristiwa penting bagi umat muslim. Apalagi ada beragam amalan sunah malam nisfu Syakban yang memiliki banyak keutamaan.

Wajar jika tidak sedikit umat muslim menantikan datangnya malam nisfu Syakban. Pasalnya, malam Nisfu Syakban diartikan sebagai malam dibukakannya 300 pintu rahmat dan ampunan untuk makhluk Allah Swt. yang beriman.

Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan menunaikan ibadah wajib maupun memperbanyak amalan sunah pada malam tersebut.

Hal ini seperti yang tertuang dalam hadis riwayat Abu Hurairah r.a. Dalam hadisnya, Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut:

"Jibril telah datang kepadaku pada saat malam Nisfu Syakban lalu Ia berkata, 'Wahai Muhammad, pada malam ini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat. Oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah salat, serta angkatlah kepala dan kedua tanganmu ke langit (berdoa)'."

Malam nisfu Syakban jatuh pada hari ke-15 di bulan Syakban dalam kalender Hijriah. Tahun 2023, malam nisfu Syakban jatuh pada Rabu, 8 Maret 2023.

Berikut ini macam-macam amalan sunah Nisfu Syakban yang bisa dikerjakan umat muslim yang sangat sayang untuk dilewatkan, disadur dari Liputan6, Selasa (7/3/2023).

2 dari 6 halaman

Berpuasa

Hadis riwayat Ibnu Majah dalam As-Sunan dan Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Iman mengungkapkan Rasulullah saw. juga menyarankan umat muslim untuk berpuasa ketika nisfu Syakban.

Namun, puasa ini merupakan ibadah sunah. Artinya, tidak menimbulkan dosa bila tidak dikerjakan, tetapi menambah pahala ketika dilakukan.

"Apabila tiba malam nisfu Syakban, maka hidupkan malamnya dan berpuasalah di siang harinya."

  • Niat Puasa Nisfu Syakban pada Malam Hari

"Nawaitu shauma ghadin 'an adai sunnati Sya'bana lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa sunah Syakban besok karena Allah Ta'ala."

  • Niat Puasa Nisfu Syaban pada Siang Hari

"Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adai sunnati Sya'bana lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa sunah Syakban hari ini karena Allah Ta'ala."

3 dari 6 halaman

Perbanyak Berdoa

Pada saat malam nisfu Syakban, memperbanyak doa merupakan amalan bulan Syakban yang sangat mulia. Memperbanyak doa menjadi satu di antara cara yang bisa dilakukan selain berpuasa.

Hadis riwayat Abu Bakar menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. mengatakan:

"(Rahmat) Allah Swt. turun ke bumi pada malam nisfu Syakban. Dia akan mengampuni segala sesuatu, kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan)," HR. Al-Baihaqi.

4 dari 6 halaman

Membaca Al-Qur'an

Satu di antara amal ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam nisfu Syakban selanjutnya adalah membaca Al-Qur’an. Hal ini didasarkan pada pandangan beberapa sahabat Rasulullah yang menganggap Syakban adalah bulannya Al-Qur’an.

Dalam riwayat Ibnu Rajab, Anas r.a. bercerita tentang kesibukan para sahabat Rasulullah ketika masuk bulan Syakban. Satu di antaranya ialah membaca Al-Qur’an.

Anas bin Malik r.a. berkata, "Kaum Muslim ketika telah memasuki bulan Syakban, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadan."

5 dari 6 halaman

Memperbanyak Zikir

Amalan di bulan Syakban selanjutnya adalah zikir. Zikir merupakan satu di antara amalan yang bisa dilakukan saat malam nisfu Syakban. Memperbanyak zikir saat malam nisfu Syakban tentunya akan memperbanyak pahala kamu.

Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan:

"Sepatutnya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Syakban dan malam pertengahannya."

6 dari 6 halaman

Salat Malam

Melaksanakan salat sunah malam di malam nisfu Syakban merupakan satu di antara amalan di bulan Syakban yang tidak boleh dilewatkan. Anjuran ini berdasarkan hadis riwayat al-Albaihaqi dari ‘Ala’ bin Haris, yang artinya:

"Sayyidah A’isyah berkisah:

“Suatu malam Rasululullah saw. salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasululullah saw. telah diambil (wafat), karena curiga maka aku berdiri dan aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasululullah saw. selesai salat beliau berkata: “Hai Aisyah, apakah engkau menduga Rasululullah saw. tidak memperhatikanmu?”

Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berpikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasululullah saw. telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”.

Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”.

Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Rasululullah saw. berkata, “Malam ini adalah malam nisfu Syakban, Allah mengawasi hamba-Nya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki."

 

Disadur dari: Liputan6.com, (Penulis: Husnul Abdi, Editor: Nanang Fahrudin. Published: 15/3/2022)

Dapatkan artikel Islami berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Video Populer

Foto Populer