Sukses


9 Dalil Tolong-Menolong yang Bisa Dipahami

Bola.com, Jakarta - Dalam Islam, hidup bermasyarakat merupakan perilaku yang ditekankan. Satu di antara prinsip utama dalam hidup bermasyarakat menurut Islam adalah "ta'awun "atau saling tolong-menolong.

Maka itu, umat muslim dianjuran untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, anjuran tolong-menolong dapat dimaknai sebagai sikap saling peduli terhadap sesama.

Tolong-menolong dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik itu material, moral, maupun spiritual.

Tolong-menolong merupakan bagian dari upaya untuk membangun sikap kepedulian, kasih sayang, dan persaudaraan dalam menjalankan tuntunan agama Islam.

Dengan saling tolong-menolong, umat muslim diharapkan dapat menciptakan keharmonisan dan keadilan dalam masyarakat serta memperoleh keridaan Allah Swt.

Agar kamu bisa lebih memahami betapa penting dan bermaknanya tolong-menolong, tidak ada salahnya kamu membaca dalil tentang tolong-menolong yang bisa ditanamkan pada diri.

Berikut sembilan dalil tolong-menolong yang bisa dipahami umat muslim, Rabu (28/2/2024).

2 dari 4 halaman

Dalil Tolong-Menolong

Dalil Tolong-Menolong (1)

"Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagai sebuah bangunan yang sebagiannya mengukuhkan sebagian yang lain." (HR. Bukhari)

Dalil Tolong-Menolong (2)

وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

"Saling menolonglah kamu dalam melakukan kebajikan dan takwa. Dan jangan saling menolong pada perbuatan yang dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah Swt. Sebenarnya siksaan Allah Swt. sangatlah pedih." (QS. Al Maidah: 2)

Dalil Tolong-Menolong (3)

قَالَ مَا مَكَّنِّيْ فِيْهِ رَبِّيْ خَيْرٌ فَاَعِيْنُوْنِيْ بِقُوَّةٍ اَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا

"Dia (Zulkarnain) berkata, 'Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu) maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka'." (QS. Al Kahf: 95)

3 dari 4 halaman

Dalil Tolong-Menolong

Dalil Tolong-Menolong (4)

"Tolonglah saudaramu, yang berbuat zalim maupun yang dizalimi. Para sahabat bertanya, Ya Rasulullah, ini (kami paham) menolong orang yang dizalimi. Namun, bagaimana menolong orang yang justru menzalimi?" Rasulullah saw. menjawab, 'Ambil tangannya (agar tidak berbuat zalim lagi)'." (HR. Bukhari)

Dalil Tolong-Menolong (5)

قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِاَخِيْكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطٰنًا فَلَا يَصِلُوْنَ اِلَيْكُمَا ۛبِاٰيٰتِنَا ۛ اَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغٰلِبُوْنَ

"Dia (Allah) berfirman, Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar maka mereka tidak akan dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang." (QS. Al Qasas: 35)

Dalil Tolong-Menolong (6)

"Barang siapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang mukmin ketika di dunia maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan di akhirat. Barang siapa yang menutupi keburukan seorang muslim, Allah akan menutupi keburukannya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim)

4 dari 4 halaman

Dalil Tolong-Menolong

Dalil Tolong-Menolong (7)

تَرَىٰ كَثِيرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِى ٱلْعَذَابِ هُمْ خَٰلِدُونَ

"Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (QS. Al Maidah: 80)

Dalil Tolong-Menolong (8)

"Perumpamaan kaum mukmin dalam saling cinta, saling mengasihani, dan belas kasih mereka bagaikan satu jasad. Apabila satu anggotanya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan tidak bisa tidur dan demam." (HR. Muslim)

Dalil Tolong-Menolong (9)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوٓا۟ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّۦنَ مَنْ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ ۖ فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا۟ ظَٰهِرِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah? Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: Kamilah penolong-penolong agama Allah, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka, Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang." (QS. As Shaff: 14)

 

Dapatkan artikel Islami berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Video Populer

Foto Populer