Tim Akuatik Indonesia Bertekad Akhiri Puasa Medali saat Asian Games 2026

Setelah 36 tahun, Indonesia berupaya mengakhiri kekeringan medali di Asian Games yang terakhir diraih pada tahun 1990, dengan target pada 2026.

Bola.com, Jakarta - Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) baru saja menyelesaikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 dengan tema "Konsolidasi dan Sinergitas Menuju Asian Games 2026".

Rakernas ini menjadi kesempatan bagi Akuatik Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam upaya meraih medali di Asian Games mendatang.

Ketua Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, berharap cabang renang Indonesia dapat mengakhiri penantian panjang tanpa medali di Asian Games 2026.

Sudah 36 tahun lamanya Indonesia tidak memperoleh medali dalam ajang bergengsi tersebut, dengan pencapaian terakhir pada Asian Games 1990.

"Jadi yang paling penting itu bagaimana kita bisa memecahkan paceklik di istilahnya Asian Games. Sudah 36 tahun kita belum berhasil mencetak suatu medali," ujar Anindya saat memberikan keterangan kepada wartawan setelah Rakernas 2026.

Anindya menekankan pentingnya mengakhiri periode tanpa medali tersebut. Dengan optimistis, Anindya meyakini Indonesia dapat mengakhiri paceklik medali di Nagoya nanti.

Hal ini didasarkan pada prestasi yang baik di SEA Games 2025, serta kemunculan atlet-atlet muda berbakat seperti Jason Donovan Yusuf, Adelia Cantik Aulia, Masniari Wolf, dan Felix Viktor Iberle.

"Nah, ini waktunya untuk kita memecahkan telur, dan kita memang sudah kuat dari sisi SEA Games. Namun, untuk Asian Games, kami juga mulai berkiprah karena ini merupakan batu loncatan untuk bisa masuk di kualifikasi A di Olimpiade," ujarnya.

Dengan semangat ini, Anindya berharap dapat membawa perubahan positif bagi Akuatik Indonesia di ajang Asian Games mendatang.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pengembangan Atlet Renang

Pada ajang SEA Games 2025, Indonesia berhasil mengumpulkan total 13 medali, terdiri dari 3 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Selain pencapaian tersebut, Anindya juga merasa optimistis karena proses pembibitan atlet akuatik di Indonesia saat ini berjalan dengan baik.

"Nah, untungnya ini bukan suatu yang instan. Kita bersama-sama telah membuat LTAD, singkatan dari Long Term Athlete Development, yang terlihat di atlet-atlet muda," ujar Anindya.

Anindya menambahkan bahwa prestasi yang diraih bukan hanya terlihat di SEA Games, tetapi juga pada atlet muda seperti Jason, Masniari, Cantika, dan Felix, yang semuanya memiliki potensi untuk meraih medali.

Mereka masih dalam usia muda dan dapat dianggap sebagai atlet yang produktif, yang menjadi harapan bagi masa depan olahraga akuatik Indonesia.

Pelatnas

Tim renang Indonesia akan memulai pemusatan latihan untuk Asian Games 2026 pada tanggal 2 Maret 2026. Sebagian besar atlet akan menjalani latihan di kawasan Gelora Bung Karno, yang merupakan lokasi strategis untuk persiapan mereka.

Selain itu, PB AI juga merencanakan agenda tryout ke luar negeri untuk meningkatkan kemampuan para atlet.

"Juni-Juli 2026 akan ada tryout ke Amerika Serikat juga. Pas liburan anak sekolah," ungkap Wisnu Wardhana, Kabid Binpres PB AI.

Namun, jalan untuk meraih medali di Asian Games 2026 tidak akan mudah bagi Indonesia. Banyak negara kuat yang bersaing di cabang renang, seperti China, Korea, dan Jepang, yang dikenal mendominasi.

"Pastinya ada China, Korea, Jepang yang memang masih mendominasi. Ada Kazakhstan juga, jangan lupa. Jadi plus ada Singapura juga," tegas Wisnu.

Meskipun begitu, Wisnu tetap optimistis setelah melihat prestasi tim yang berhasil meraih kemenangan di SEA Games sebelumnya, dan berharap Indonesia dapat men-challenge untuk mendapatkan medali, setidaknya perunggu.

Video Populer

Foto Populer