Jelang Kualifikasi F1 GP Jepang, FIA Tiba-Tiba Ubah Aturan Energi

FIA bikin keputusan mendadak, aturan energi mobil F1 resmi dirombak.

Bola.com, Jakarta - Federasi Otomotif Internasional (FIA) merilis pernyataan penting hanya beberapa hari sebelum sesi kualifikasi Grand Prix Jepang, dengan mengonfirmasi adanya perubahan besar pada sistem pengelolaan energi mobil.

Musim Formula 1 2026 memang baru berjalan dua seri, tetapi penyesuaian sudah mulai dilakukan, khususnya terkait sistem energi yang menjadi bagian krusial dari regulasi baru.

Sejauh ini, Mercedes tampil paling dominan. Dua pembalap mereka, George Russell dan Kimi Antonelli, masing-masing meraih kemenangan di Melbourne dan Shanghai, sekaligus mengantar tim Silver Arrows ke puncak klasemen konstruktor.

Ferrari juga menunjukkan performa solid. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton sama-sama mengamankan satu podium, menempatkan mereka di posisi ketiga dan keempat.

Sebaliknya, juara dunia empat kali, Max Verstappen, masih kesulitan dengan mobil RB22 dan belum meraih podium dalam upayanya memburu gelar kelima bersama Red Bull musim ini.

Pembalap asal Belanda itu bahkan sempat mengkritik arah baru regulasi. Ia menilai balapan kini tidak lagi menyenangkan sejak diberlakukannya unit tenaga terpisah, yang mengandalkan pembagian tenaga 50:50 antara listrik dan pembakaran internal, konsep yang ia bandingkan dengan Formula E.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

FIA Ubah Aturan Energi

FIA, seperti dikutip dari laman resmi Formula 1, telah berdiskusi dengan para pembalap terkait penggunaan energi.

Hasilnya, sejumlah tim besar seperti Mercedes, Ferrari, Red Bull, Audi, dan Honda sepakat untuk menurunkan batas maksimum pengisian ulang energi menjelang kualifikasi di Jepang.

Batas tersebut dikurangi dari sembilan megajoule menjadi delapan megajoule.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (26-3-2026), FIA menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

"Penyesuaian ini mencerminkan masukan dari pembalap dan tim, yang menekankan pentingnya menjaga sesi kualifikasi sebagai tantangan performa," demikian pernyataan FIA.

"FIA mencatat bahwa rangkaian awal musim 2026 berjalan sukses secara operasional, dan penyempurnaan ini merupakan bagian dari proses normal untuk mengoptimalkan regulasi baru melalui penerapan di kondisi nyata."

"FIA, bersama tim-tim Formula 1 dan produsen unit tenaga, akan terus mengembangkan sistem pengelolaan energi, dengan diskusi lanjutan yang dijadwalkan dalam beberapa pekan ke depan," lanjut FIA.

Dampak Langsung di Lintasan

Perubahan ini membuat kebutuhan energi untuk mengisi ulang baterai di lintasan lurus saat kualifikasi menjadi lebih kecil.

Dampaknya, pembalap tidak perlu terlalu sering mengurangi kecepatan atau melakukan teknik hemat energi sehingga potensi kecepatan maksimal bisa lebih optimal.

GP Jepang akan digelar pada Minggu (29-3-2026). Setelah itu, Formula 1 akan memasuki jeda selama lima pekan akibat pembatalan GP Bahrain dan Arab Saudi yang dipicu konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

 

Sumber: Sportbible

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer