Emas Perdana Antasyafi Robby pada World Climbing Series Guiyang 2026, Rekor Pribadi 4,65 Detik

Antasyafi Robby Al Hilmi meraih emas perdana di World Climbing Series Guiyang 2026 dengan 4,65 detik, puncaki ranking 2026 dan pecahkan rekor pribadi.

Bola.com, Jakarta - World Climbing Series Guiyang 2026 menjadi panggung emas perdana bagi Antasyafi Robby Al Hilmi. Atlet panjat tebing Indonesia itu akhirnya mengemas medali emas pertamanya di ajang World Climbing Series.

Kemenangan ini mengukuhkan posisinya di nomor speed perorangan putra, sejalan dengan performa konsisten yang ditunjukkannya sepanjang musim 2026.

Robby, sapaan akrabnya, menyampaikan rasa syukur atas dukungan banyak pihak dan hasil latihan keras bersama para rekan atlet di Tanah Air. Medali ini ia persembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia dan ibunda tercinta.

Final berlangsung di Guizhou Caihu International Climbing Center, Guiyang, Tiongkok, pada Jumat, 11 September 2026. Ajang tersebut tercatat sebagai seri ke-428 dalam sejarah World Cup atau World Climbing Series, sekaligus kompetisi speed ke-150 untuk putra dan putri, dengan 101 atlet dari 24 negara di lima benua terdaftar berkompetisi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Final Guiyang: Dominasi dan Rekor Pribadi

Di babak final, Antasyafi Robby mencatat 4,65 detik. Waktu tersebut menjadi yang tercepat sekaligus rekor pribadi terbaiknya.

Pesaing terdekatnya, Ling Yongzhi dari Tiongkok, menuntaskan lintasan dengan 4,75 detik dan meraih medali perak.

Medali perunggu diraih atlet tuan rumah, Shouhong Chu, berkat catatan 4,80 detik. Sementara itu, Ryo Omasa dari Jepang finis keempat dengan waktu 4,99 detik.

Jalur Robby ke Podium Emas

Performa Robby mengilap sejak kualifikasi World Climbing Series Guiyang 2026. Ia membukukan 4,831 detik untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar, lalu menjadi yang tercepat di fase tersebut dengan 5,19 detik.

Dalam perjalanannya, Robby menyingkirkan tiga pesaing tangguh: Reza Alipour Shenazandifard asal Iran, serta duo Italia, Luca Robbiati dan Francesco Ponzinibio.

Keunggulan berlanjut di perempat final. Robby kembali tercepat dengan 4,84 detik, mengungguli Reza Alipour Shenazandifard, Matteo Zurloni dari Italia, dan Qihang Xu dari Tiongkok.

Konsistensinya terjaga di semifinal. Catatan 4,82 detik menempatkannya di depan Ryo Omasa, Ziyu Zhou dari Tiongkok, dan Reza Alipour Shenazandifard, sekaligus memastikan tempat di partai puncak.

Peringkat Dunia 2026 dan Koleksi Medali Robby

Emas di Guiyang mempertegas status Antasyafi Robby di puncak peringkat dunia speed perorangan putra seri 2026. Ia kokoh di peringkat pertama dengan total skor 2.864.

Sebelum meraih emas perdananya, Robby telah mengoleksi medali perak pada World Climbing Series edisi Madrid dan Chamonix tahun 2026.

Pada seri Chamonix, ia meraih perak setelah dikalahkan oleh rekan senegaranya, Veddriq Leonardo, di babak final.

Robby juga pernah membawa pulang perak di Asian Championships dan menembus final Asian Beach Games 2026.

Harapan Pelatih dan Inovasi Format Empat Jalur

Head Coach Galar Pandu Asmoro berharap keberhasilan Robby di speed perorangan bisa menular ke nomor speed relay. Ia menargetkan Indonesia menambah pundi medali emas di gelaran ini.

Pandu Galar Asmoro juga menekankan aspek mental Robby saat bertanding. "Musuh terbesarnya bukanlah atlet lain, melainkan dirinya sendiri," kata Pandu Galar Asmoro.

Pada seri 2026, format speed menggunakan empat jalur, berbeda dari format tradisional dua jalur. Inovasi tersebut memberi lebih banyak kesempatan bagi atlet mencatat waktu cepat karena adanya empat putaran kualifikasi yang bisa dimanfaatkan.

Video Populer

Foto Populer