PBVSI Pertahankan Marcos Sugiyama meski Timnas Voli Putri Gagal Tembus 5 Besar Asian Games 2026

PBVSI tetap mempercayai Marcos Sugiyama meski Timnas voli putri finis keenam di Asian Games 2026 usai kalah 0-3 dari Chinese Taipei. Evaluasi tim akan dilakukan

Bola.com, Jakarta - Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir tanpa target lima besar untuk Timnas voli putri Indonesia. Namun PBVSI tetap mempercayai Marcos Sugiyama di kursi pelatih kepala.

Skuad Merah Putih menutup turnamen di peringkat keenam setelah Mediol Yoku dkk kalah 0-3 dari Chinese Taipei pada perebutan posisi kelima di Park Arena Komaki, Jepang, Selasa (22/9/2026).

Indonesia menyerah 15-25, 20-25, dan 11-25, sehingga gagal memenuhi target finis lima besar yang dipatok PBVSI. Posisi keenam ini tetap lebih baik dibanding Asian Games 2018 ketika Indonesia ada di peringkat ketujuh.

Kegagalan target tidak serta-merta memutus kerja sama dengan pelatih asal Jepang itu. "Untuk pelatih putri, sementara ini masih Marcos karena kontraknya masih bersama kita. Jadi, untuk sementara ini masih beliau," ujar Ketua Binpres PBVSI, Adang Ginanjar, di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (23/9/2026). PBVSI juga menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan terkait performa tim dan perkembangan pemain yang relatif muda.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

PBVSI Soroti Pengalaman Pemain Muda

Adang menilai Asian Games 2026 menjadi pengalaman penting bagi sejumlah pemain muda Indonesia. Beberapa di antara mereka baru dua atau tiga kali mengikuti ajang internasional. "Kami tetap akan melakukan evaluasi. Tentunya ini merupakan pengalaman bagi pemain-pemain junior yang masih baru, baru dua atau tiga kali mengikuti event-event internasional," kata Adang.

PBVSI berharap pengalaman tersebut menjadi modal bagi para pemain untuk berkembang. Peningkatan kualitas latihan dan bertambahnya jam terbang menjadi bagian penting dalam proses pembentukan skuad yang lebih kompetitif. "Mudah-mudahan mereka semakin berpengalaman. Saya lihat juga sudah cukup baik. Tinggal kita tingkatkan dalam latihan-latihan," ujar Adang.

Momentum di ajang multievent ini diharapkan membantu percepatan kematangan para pemain, yang selama ini masih terbatas jam terbangnya di level internasional. PBVSI akan menekankan program penguatan latihan sebagai tindak lanjut dari evaluasi.

Perjalanan Indonesia di Asian Games 2026

Indonesia mengawali kiprah di Asian Games 2026 dengan kemenangan telak 3-0 atas Nepal pada fase grup. Setelah itu, Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Jepang dengan skor 1-3.

Hasil tersebut membawa Indonesia ke babak perempat final, namun langkah Srikandi Merah Putih terhenti setelah kalah 0-3 dari Thailand.

Indonesia kemudian berjuang melalui jalur klasifikasi peringkat kelima hingga kedelapan. Peluang untuk finis kelima sempat terbuka setelah mengalahkan Vietnam 3-0.

Sayangnya, Indonesia tidak mampu melewati Chinese Taipei pada pertandingan perebutan posisi kelima. Kekalahan tiga set langsung membuat tim asuhan Marcos Sugiyama harus puas berada di posisi keenam.

PBVSI pun menyampaikan permohonan maaf karena belum mampu memenuhi target sekaligus meraih medali. Namun, federasi tetap mengapresiasi perjuangan para pemain sepanjang turnamen. "Kami mohon maaf belum bisa mendapatkan medali. Tentunya kami telah berusaha dan berjuang," tutur Adang.

Dengan keputusan mempertahankan Marcos Sugiyama, fokus PBVSI selanjutnya adalah melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas tim. Pengalaman dari Asian Games 2026 diharapkan menjadi fondasi bagi perkembangan para pemain muda Timnas voli putri Indonesia pada ajang-ajang internasional berikutnya.

Video Populer

Foto Populer