IBL Kunci Format Home-Away untuk 2027, Kuota Pemain Asing Maksimal Dua

IBL 2027 tetap pakai format home-away. Kuota pemain asing diarahkan maksimal dua per klub. Penonton tumbuh hingga 400 persen sejak format diadopsi pada 2023.

Bola.com, Jakarta - Indonesian Basketball League (IBL) terus mematangkan persiapan menuju musim 2027. Bersama para pemilik klub, liga menyepakati kelanjutan format home and away sekaligus mengarahkan penyesuaian regulasi pemain asing untuk musim depan. Pertemuan itu juga dihadiri Ketua Umum DPP PERBASI, Budi Djiwandono.

Format kandang-tandang dinilai memberi dampak positif bagi klub berbasis kota, terutama dalam memperkuat kedekatan dengan penggemar di daerah masing-masing. Rajawali Medan merasakan langsung dorongan tersebut lewat tumbuhnya basis pendukung seiring kenaikan jumlah penonton di arena.

“Fan base di Medan sudah mulai terbentuk. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah penonton yang datang langsung ke venue pada musim 2026. Dengan berlanjutnya format home & away, kami berharap hubungan antara klub dengan masyarakat dan penggemar basket di Medan dapat semakin kuat,” ujar perwakilan Rajawali Medan, Erwin.

Hal serupa disampaikan perwakilan Bogor Hornbills, Leo Gautama, yang menilai sistem ini membuka peluang perkembangan basket di lebih banyak wilayah. “Home & away merupakan suatu kemajuan yang bagus bagi semua. Sistem ini membuka kemungkinan yang lebih besar terhadap perkembangan basket di daerah. Karena itu, menurut kami sistem ini harus dipertahankan,” kata Leo.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Lonjakan Penonton IBL Sejak Format Home-Away

Keputusan mempertahankan format home and away selaras dengan pertumbuhan audiens IBL. Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, sebelumnya menyebut jumlah penonton meningkat hingga 400 persen dibandingkan ketika kompetisi masih menggunakan format series.

Format kandang-tandang mulai diterapkan sejak 2023. Dengan memainkan partai di markas masing-masing, klub memiliki kesempatan lebih besar membangun kedekatan dengan komunitas dan pendukung lokal.

Dari sisi volume laga, liga juga berkembang signifikan. Jika sebelumnya dalam format series tercatat sekitar 28 pertandingan dalam tujuh hari, kini jadwal tumbuh menjadi sekitar 150 pertandingan dalam satu musim.

Kuota Pemain Asing IBL 2027 Maksimal Dua

Selain format kompetisi, regulasi pemain asing menjadi fokus pembahasan menjelang IBL 2027. IBL bersama klub mengarahkan penggunaan maksimal dua pemain asing untuk setiap tim pada musim depan, sebagai langkah memberikan porsi menit bermain yang lebih besar kepada pemain lokal.

Dengan meningkatnya peran pemain Indonesia, diharapkan kualitas dan perkembangan talenta muda terdongkrak. Dalam jangka panjang, kebijakan ini ditujukan memperluas opsi pemain berkualitas yang dapat memperkuat Timnas Basket Indonesia di ajang regional maupun internasional.

Perwakilan Rajawali Medan menyatakan kesiapan mengikuti kebijakan tersebut. “Terkait penggunaan dua pemain asing, kami akan mengikuti kebijakan yang telah disepakati bersama. Harapannya, kebijakan ini dapat memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pemain lokal untuk berkembang sekaligus mendukung prestasi Tim Nasional Indonesia,” ujar Erwin.

Meski arah kebijakan telah disepakati, aturan teknis implementasi penggunaan pemain asing masih akan dirumuskan bersama. Pembahasan meliputi mekanisme pergantian pemain asing serta ketentuan teknis lain yang akan berlaku sepanjang musim 2027.

Menjaga Keseimbangan Kompetisi dan Bisnis

Pertemuan IBL dengan para pemilik klub juga menyoroti aspek komersial, peluang peningkatan pendapatan klub dan liga, serta efisiensi biaya operasional. Agenda ini dirancang untuk memperkuat ekosistem kompetisi sekaligus fondasi bisnis yang berkelanjutan.

Tujuannya jelas: membangun liga yang kompetitif di lapangan, namun tetap sehat secara finansial. Dengan demikian, perkembangan IBL tidak hanya diukur dari performa pertandingan, tetapi juga dari daya dukung industrinya.

IBL dan DPP PERBASI berharap komunikasi antara liga, federasi, klub, dan seluruh pemangku kepentingan berjalan transparan agar setiap regulasi mampu menjawab kebutuhan kompetisi sekaligus mendukung pertumbuhan industri bola basket Indonesia.

Musim 2027 pun diharapkan menjadi kelanjutan dari proses pengembangan IBL melalui penguatan klub di daerah, peningkatan keterlibatan penggemar, serta pemberian kesempatan lebih besar kepada pemain lokal.

Video Populer

Foto Populer