Sukses


3 Pengalaman Seru Sebelum Menyaksikan Barcelona Tanding di Riazor

Bola.com — Suasana Terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (9/3/2016), terlihat normal. Jarum jam terus berputar, tak terasa hari beranjak petang. Beberapa orang lalu lalang, sementara lainnya duduk sembari menunggu jadwal pesawat terbang. Ada pula yang berdiri sembari asyik memainkan telepon genggam. 

Kurang lebih tiga setengah jam saya menunggu giliran masuk ke dalam pesawat Qatar Airways dengan tujuan utama ke Madrid, Spanyol. Namun, sebelum ke kota tujuan, pesawat boeing bernomor QR 957 yang saya tumpangi akan lebih dulu transit di Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar.

Dengan jarak lebih dari 10.000 kilometer, perjalanan udara dari Jakarta ke Qatar ditempuh selama sembilan jam. Begitu tiba di Bandara Internasional Hamad, suasana mewah dan nyaman langsung terasa. Lorong-lorong panjang dengan pencahayaan temaram menyambut para penumpang yang ingin menuju area transit atau kedatangan. 

Bandara Internasional Hamad terletak di Doha, Ibukota Qatar. Pada Januari 2017, Skytrax, konsultan riset penerbangan asal Inggris, memberikan status "bintang lima" global kepada bandara yang pertama kali dibuka untuk umum pada 2014 tersebut. 

Pemberian status bintang lima itu bukan tanpa alasan. Berbagai fasilitas mewah, mulai dari restoran, fitness center, spa, hingga tempat beribadah tersedia di Bandara Internasional Hamad. Belum lagi bicara soal kecepatan jaringan wi-fi yang dapat diakses secara gratis bagi penumpang di setiap sudut bandara. 

Para penumpang juga tidak perlu takut kesasar. Mereka hanya butuh tinggal berjalan sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang terpampang. Sepanjang perjalanan, berbagai spanduk iklan, mulai dari telepon seluler hingga makanan cepat saji, menghiasi dinding-dinding dan atap bagian dalam bandara. Tak ketinggalan pula iklan maskapai penerbangan dengan model para pemain Barcelona!

"Pemain" Barcelona itu ibarat sambutan menarik karena perjalanan ini merupakan bagian dari acara La Liga dan beIN Sports yang mengundang pemenang #LaLigaExperience dari Indonesia untuk menyaksikan pertandingan Deportivo La Coruna melawan Barcelona, di Estadio Municipal de Riazor, La Coruna, Minggu (12/3/2017).

Nuansa sepak bola di Bandara Internasional Hamad juga memberi kesan positif kesiapan Qatar yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Bayangkan, sekarang saja fasilitas di dalam bandara terasa kian mewah. Apalagi lima tahun mendatang menjelang pembukaan gelaran Piala Dunia? 

Madrid
Setelah transit sekitar empat jam, perjalanan dilanjutkan ke Madrid dalam waktu kurang lebih tujuh jam. Selama perjalanan Qatar-Madrid, penumpang mendapatkan suguhan dua kali makan dan makanan ringan. Penumpang juga menikmati berbagai hiburan yang disediakan melalui LCD TV layar sentuh pada belakang kursi.

Jarum jam menunjukkan pukul 07.30 begitu saya tiba di Bandara Adolfo Suarez Madrid-Barajas. Bandara yang dibangun sejak 1928 itu pun tak kalah istimewa jika dibandingkan Bandara Internasional Hamad. Nuansa modern terpampang dari warna-warni tiang yang membentuk atap bergelombang. 

Pada beberapa sisi atap terdapat pula kanopi dengan sistem sirkulasi yang membuat sinar matahari masuk untuk "menghangatkan" kulit para penumpang di dalam ruangan. Berkat rancangan desain arsitektur itulah Bandara Internasional Barajas sempat mendapat penghargaan Stirling Prize pada 2006. 

"Bandara ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia," ujar Akhyar, penumpang asal Indonesia yang sempat bekerja di Spanyol sejak awal 2000-an. 

Akhyar merupakan salah satu penumpang pesawat yang saya tumpangi. Meski pertemuan hanya berlangsung singkat, pria yang berprofesi sebagai koki itu cukup ramah memberi informasi mengenai kota Madrid serta bantuan mengenai jalur transit gate HJK yang ingin saya tuju di bandara. 

Proses transit di Bandara Adolfo Suarez Madrid-Baraja memakan waktu kurang lebih tiga jam. Setelah itu, saya kembali melanjutkan perjalanan ke tujuan utama dengan menggunakan pesawat Iberia IB 512. Saat berada di dalam pesawat, terbesit sedikit rasa penasaran, seperti apa sih La Coruna?

La Coruna
Kecil, tetapi eksotik. Setidaknya itulah jawaban pertanyaan di atas. Perjalanan dari Madrid ke Bandara A Coruna ditempuh selama kurang lebih satu jam. Rasa lelah menempuh total perjalanan 12.508 kilometer dari Jakarta pun terbayar begitu menginjakkan kaki di kota berpenduduk 240.000 jiwa tersebut.

Panorama La Coruna, Spanyol, dari dalam pesawat. (Bola.com/Okky Herman Dilaga).

Setelah mendapat sambutan hangat dari perwakilan La Liga, Mario Derundez dan Maria Jose Silva di terminal kedatangan, perjalanan dilanjutkan ke Melia Maria Pita Hotel, yang akan menjadi tempat peristirahatan. Meski rasa lelah amat terasa di dalam mobil, panorama La Coruna memang terlalu indah untuk dilewatkan mata. 

Tak hanya indah, suasana perkotaan serta pantai semenanjung Iberia benar-benar menjadi obat penawar kebosanan dan hiruk-pikuk kota besar. Semilir angin, aktivitas keseharian bule-bule lokal, serta bangunan-bangunan bergaya abad pertengahan, menjadi pemandangan yang takkan terlupakan. 

Yup, takkan terlupakan, khususnya juga bagi Valentinus Fun, pemenang #LaLigaExperience yang mendapat hadiah menyaksikan pertandingan Deportivo La Coruna melawan Barcelona, di Estadio Municipal de Riazor, La Coruna, Spanyol, Minggu. 

Ingin tahu kelanjutan cerita mengenai pengalaman seru lainnya dalam perjalanan ini? Ikuti terus liputannya di Bola.com.

Baca dan saksikan berita serta vlog liputan Bola.com langsung dari La Coruna, Spanyol, untuk menyaksikan laga Deportivo La Coruna vs Barcelona, di sini

Video Populer

Foto Populer