Sukses


Apa Makna Kelelawar pada Logo Valencia?

Bola.com, Jakarta - Binatang kerap menjadi simbol atau logo klub sepak bola. Bahkan, beberapa julukan klub juga mengasosiasikan diri dengan binatang, misalnya Macan Kemayoran (Persija), Elang Jawa (PSS), Singo Edan (Arema), dan Bajul Ijo (Persebaya).

Umumnya, binatang yang digunakan oleh klub, baik itu sebagai julukan mau pun simbol pada badge klub adalah yang memiliki kharisma dan atau cenderung kuat, gagah, dan tangguh.

Macan, harimau, singa, dan beruang mungkin paling sering dipakai sebagai logo atau julukan klub. Unggas pun tak ingin ketinggalan. The Canaries (burung kenari) julukan Norwich dan The Eagles julukan Lazio menjadi contoh.

Valencia, klub La Liga Spanyol, di sisi lain, menjadikan kelelawar sebagai simbol pada badge atau logonya. Satu-satunya mamalia yang bisa terbang itu bukan cuma menjadi simbol buat klub Valencia saja, tapi juga simbol Kota Valencia.

Kelelawar diasosiasikan sebagai binatang yang mengerikan karena bentuk fisiknya. Selain itu, kelelawar juga dikenal sebagai hewan pembawa penyakit. Virus corona dan ratusan virus lainnya bisa dibawa kelelawar, baik secara langsung dengan memakan dagingnya, atau mengonsumsi buah bekas gigitannya.

Menjadi menarik karena Valencia, klub sarat sejarah di Spanyol dan Eropa, menjadikan kelelawar sebagai simbol lantaran kerap kali diasosiasikan dengan hal-hal negatif. Lantas, bagaimana sejarahnya dan apa makna di balik logo tersebut?

 

 

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

2 dari 6 halaman

Kota Kelelawar

Valencia Club de Futbol didirikan pada 1919. Desain logo pertamanya cukup sederhana. Mahkota yang ada pada logo pertamanya melambangkan kesetiaan Valencia pada kerajaan Spanyol meski tidak ada embel-embel 'Real' laiknya Real Madrid atau Real Sociedad.

Pada logo pertamanya, kelelawarnya berukuran kecil. Kelelawar itu hinggap di atas mahkota pada logo Valencia.

Ada pun sejarahnya, kelelawar diketahui sudah mendiami area Communitat atau Ciudad de Valencia sejak ratusan tahun lamanya, jauh sebelum ada manusia menetap di area tersebut. Maklum, wilayah itu dulunya merupakan area rawa yang berhulu pada Danau Albufera.

Valencia awalnya hanya berupa daerah lembab dengan banyak rawa dan hutan yang dihuni ratusan spesies serangga, termasuk nyamuk. Kelelawar mendiami area tersebut karena nyamuk adalah panganan utama kelelawar. Berdasarkan data, 2/3 nyamuk dilahap gerombolan kelelawar sehingga tidak bisa memasuki area pemukiman di Valencia atau bahkan kota lain di sekitarnya.

 

3 dari 6 halaman

Teori

Ada beberapa teori mengapa kelelawar lantas dijadikan simbol kota dan klub (meski logo Valencia awalnya tidak menggunakan kelelawar). Namun, setidaknya ada dua teori yang diyakini kebenarannya.

Seperti dijelaskan sebelumnya, kelelawar sudah lama menjadi simbol kota. Dikisahkan, sebelum James I dari Aragon yang membawa 'bendera' Kristiani berhasil memenangi perang melawan The Moors, gabungan antara Muslim Afrika dengan orang-orang Arab pada abad ke-13. Saat itu, Islam memang berhasil menaklukan beberapa wilayah di Spanyol, termasuk Andalusia dan Cordoba.

Lanjut, seekor kelelawar dikisahkan hinggap di benderanya (sebagian buku mengklaim tenda, bukan kelelawar) sebelum perang melawan The Moors. Insiden itu dianggap sebagai pembawa keberuntungan hingga sampai detik ini menjadi simbol kota Valencia.

Teori lain yang juga diyakini banyak orang adalah karena kelelawar sudah mendiami area Valencia sebelum ada orang yang mendirikan pemukiman atau peradaban di sana.

 

4 dari 6 halaman

Perubahan Logo Klub Valencia, Tambahan Kelelawar dan Bendera Senyera

Valencia Club de Futbol didirikan di Bar Torino (sekarang Plaza de Ayuntamiento) pada 1919. Logo kelelawar pada saat itu berukuran kecil, kontras dengan mahkota yang ada dibawahnya.

Huruf C dan V juga terlihat dominan. Tidak jelas apa makna huruf C pada logo tersebut. Bisa jadi Communitat atau Ciudad yang memiliki arti kota, bisa juga dimaknai Club. Yang jelas, huruf V pada logo itu merujuk pada Valencia.

Tiga tahun setelah berdiri, tepatnya 1921, seniman Spanyol, Francisco Aguar Tarin, mendesain logo Valencia. Ia menyelipkan kelelawar berukuran lebih besar di atas dengan sayap membentang.

Huruf C dan V dihilangkan, diganti dengan nama jelas, Valencia C.F. Yang menarik, bendera Senyera dengan warna khas Catalan, yakni kuning dan merah dibuat lebih dominan dari logo sebelumnya. Meski mirip dengan warna kebesaran Catalan, Sanyera merupakan bendera yang dipakai oleh James I dari Aragon yang berhasil merebut Valencia dari penguasaan The Moors.

Perubahan logo kembali terjadi pada 1941, 1992, 2001, dan 2009. Namun, tidak ada yang signifikan. Pada 1941 dan 1992, perubahan yang ada hanyalah tulisan yang sedianya Valencia C.F. menjadi Valencia C. de F.

Pada 1941, perbedaan mendasar terjadi pada kelelawarnya. Alih-alih terbang, kelelawar tersebut cenderung hinggap pada bagian atas logo atau bendera Senyera.

Satu hal lagi, selain dominasi merah dan kuning, serta hitam pada kelelawarnya, terdapat warna biru yang diambil dari warna bendera Valencia.

 

5 dari 6 halaman

Digugat DC Comics

Pada 2013 dan 2019, DC Comics menggugat Valencia dengan tuduhan plagiat atau mencuri hak cipta. Badan Perlindungan Properti dan Hak Cipta Uni Eropa, pada dua kesempatan tersebut sampai turun tangan guna menyudahi polemik itu.

Kasus itu menguap begitu saja setelah Valencia menegaskan bahwa logo kelelawar pada logo klub berusia 17 tahun lebih tua daripadas logo Batman buatan DC Comics.

Dari berbagai sumber

6 dari 6 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer