Julian Alvarez Laris Manis! Ini 3 Klub yang Berpotensi Jadi Pelabuhan Barunya Musim Depan

Berikut ini klub yang bisa menjadi opsi pelabuhan baru bagi Julian Alvarez.

Bola.com, Jakarta - Julian Alvarez bisa menjadi pemain paling disorot pada bursa transfer musim panas 2026. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, sudah mengonfirmasi ketartarikan beberapa klub terhadap pemain bintangnya itu. 

Alvarez menjadi subjek spekulasi selama berbulan-bulan, menyusul musim debutnya yang gemilang dengan torehan 29 gol untuk Atlético pada 2024/2025. Los Rojiblancos sebelumnya membayar €95 juta (Rp1,92 triliun) kepada Manchester City, yang merupakan investasi besar bagi pemain internasional Argentina tersebut.

Meskipun jumlah golnya di La Liga menurun musim ini, Alvarez telah mencetak 10 gol, ditambah empat assist, di Liga Champions saja, seiring perjalanan Atletico mengincar final pertama mereka sejak 2016. Dalam beberapa bulan ke depan, ia juga diharapkan menjadi starter untuk negaranya di Piala Dunia 2026.

Rekan senegaranya, Simeone, mengakui dalam persiapan menjelang laga melawan Arsenal di Madrid pekan ini bahwa banyak klub yang sedang memantau Alvarez, menjadikannya lebih dari sekadar spekulasi biasa.

"Saya tidak berada di dalam kepala Julian Alvarez. Saya rasa itu (minat klub lain) adalah hal yang normal," ujar sang manajer kepada wartawan, seperti dikutip Sport Illustrated, Kamis (30/4/2026). 

"Dia adalah pemain yang luar biasa. Ada minat dari Arsenal, Barcelona, Paris Saint-Germain, dan tim lainnya. Namun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

Berikut ini klub yang bisa menjadi opsi pelabuhan baru bagi Julian Alvarez. 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

1. Arsenal

Dalam dua musim di Manchester City, Alvarez telah membuktikan dirinya sebagai pemain elite kaliber Premier League. Pep Guardiola sebenarnya tidak ingin menjualnya, tetapi status Erling Haaland yang tak tergoyahkan sebagai ujung tombak utama akhirnya mendorong mantan penyerang River Plate tersebut menuju pintu keluar.

Jika Arsenal, yang terancam finis di posisi kedua untuk keempat kalinya secara berturut-turut, ingin tampil lebih konsisten daripada Manchester City, mereka membutuhkan pemain-pemain yang lebih baik.

Viktor Gyokeres bukanlah orangnya. Pemain asal Swedia tersebut, yang baru merasakan kompetisi kasta tertinggi pada usia 25 tahun, telah berjuang keras untuk memberikan dampak yang diharapkan setelah transfer bernilai besarnya dari Sporting CP.

Statistik gol di permukaannya terlihat lumayan, sampai Anda menggali lebih dalam dan menyadari adanya kekurangan total pada gol non-penalti melawan seluruh tim papan atas Premier League.

Pandangan Mikel Arteta terhadap Gyökeres semakin jelas. Kurangnya dampak Gyokeres dalam bentrokan Liga Champions melawan Atletico tersembunyi di balik sebuah gol penalti. Sang manajer baru-baru ini lebih memilih Kai Havertz untuk peran nomor 9. Padahal pemain Jerman itu bahkan bukan striker murni, dan Gyokeres kemungkinan tidak akan menjadi starter di Madrid jika Havertz tidak cedera.

Mendatangkan striker pada musim panas lalu seharusnya bertujuan membebaskan Havertz agar bisa bermain di peran aslinya yang lebih ke dalam. Arsenal memilih Gyokeres dan tampaknya mereka sudah menyesalinya.

Namun, upaya untuk mendapatkan Alvarez bisa bergantung pada keberhasilan The Gunners menemukan klub baru bagi Gyokeres. Mengingat kekurangan sang pemain di level ini telah menunjukkan bahwa ia jauh lebih cocok bermain di liga-liga Eropa dengan peringkat lebih rendah, tugas tersebut mungkin tidak akan mudah.

2. Barcelona

Siap menjadi juara La Liga secara beruntun untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, Barcelona adalah klub yang paling santer dikaitkan dengan Alvarez. Dari perspektif olahraga, waktunya akan sangat sempurna, mengingat Robert Lewandowski diperkirakan hengkang musim panas ini dan meninggalkan nomor punggung 9 yang kosong.

Namun, faktor ekonomi selalu menjadi masalah bagi Barcelona. Barca tidak memiliki modal untuk membayar biaya yang diminta Atletico agar bersedia mempertimbangkan penjualan, apalagi menjualnya kepada rival langsung.

Hubungan antar kedua tim ini telah memanas selama bertahun-tahun, berawal dari saga klausul pelepasan Antoine Griezmann yang berlarut-larut, dan semakin diperparah musim ini oleh pertemuan-pertemuan yang penuh ketegangan di lapangan.

Alvarez mungkin menjadi rekrutan impian bagi Barça, tetapi rencana itu saat ini dianggap tidak cukup realistis.

3. Paris Saint-Germain

PSG tentu saja memiliki dana yang cukup dan bisa menjadi opsi yang jauh lebih layak bagi Alvarez.

Sekilas, memang tidak ada posisi kosong yang jelas untuk pemain dengan nilai transfer fantastis di PSG. Namun, tetap ada spekulasi mengenai di mana pemenang Ballon d'Or 2025, Ousmane Dembélé, akan bermain musim depan.

Pemain asal Prancis tersebut menunjukkan kemampuannya dengan luar biasa dalam laga mendebarkan skor 5–4 melawan Bayern Munchen minggu ini. Namun, Saudi Pro League menjadi alternatif menggoda yang bisa memberinya kekayaan lintas generasi yang lebih besar, jika ia merasa sudah mencapai semua hal yang bisa diraih di Eropa.

Dembele, yang akan genap berusia 29 tahun bulan depan, akan memasuki dua tahun terakhir dalam kontraknya di PSG. Ini akan menjadi waktu yang tepat bagi raksasa Prancis tersebut untuk menjualnya jika mereka merasa terlalu sulit untuk merundingkan perpanjangan kontrak dengan pemain yang menuju masa akhir kariernya.

Sumber: Sport Illustrated

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer