Real Madrid Kejar Rodri, Florentino Perez Langgar Pakem Transfernya Sendiri

Perburuan Rodri dinilai jadi perubahan besar dalam kebijakan transfer Florentino Perez di Real Madrid.

Bola.com, Jakarta - Kebijakan transfer Florentino Perez di Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah klub dikabarkan mengejar gelandang Manchester City, Rodri.

Langkah tersebut dinilai bertolak belakang dengan pendekatan yang selama ini identik dengan sang presiden.

Pada 2003, Perez pernah melontarkan kritik tajam kepada Claude Makelele setelah gelandang bertahan asal Prancis itu meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Chelsea.

"Dia bukan pemain yang unggul dalam duel udara dan jarang mengoper bola lebih dari tiga meter," ujar Perez saat itu, dkutip dari SI.

Ia juga menyatakan bahwa kepergian Makelele akan segera terlupakan karena Real Madrid akan mendatangkan pemain-pemain muda sebagai penggantinya.

Namun, keputusan melepas Makelele kemudian dianggap sebagai kesalahan besar. Setelah kepergiannya, Madrid mengalami kesulitan menjaga keseimbangan di lini tengah karena dihuni terlalu banyak pemain bertipe menyerang.

Los Blancos kembali meraih trofi besar empat tahun kemudian, sementara Makelele berkembang menjadi satu di antara gelandang bertahan terbaik dunia bersama Chelsea.

Mengapa menambahkan lapisan cat emas pada Bentley ketika mesinnya justru hilang?" begitu kata Zinedine Zidane mengibaratkan keputusan tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Memburu Pemain Menyerang

Lebih dari dua dekade berselang, Perez dinilai masih mempertahankan kecenderungannya mengutamakan pemain bertipe menyerang.

Dari 20 rekrutan termahal Real Madrid, hanya enam yang berstatus pemain bertahan atau memiliki karakter defensif. Di lini tengah, hanya Aurelien Tchouameni yang dapat dikategorikan sebagai gelandang bertahan murni.

Saat diwawancarai program televisi "Horizonte" dalam kampanye pemilihan presiden klub tahun ini, Perez juga sempat mengisyaratkan keinginannya merekrut penyerang baru.

"Kami selalu membutuhkan lebih banyak penyerang," ujarnya.

Perez juga menyebut pemain yang diincarnya merupakan sosok yang mampu membangkitkan antusiasme publik. Setelah sempat dikaitkan dengan Julian Alvarez dan Michael Olise, Real Madrid kini disebut akan mendatangkan Yan Diomande dengan nilai transfer lebih dari 100 juta euro.

Padahal, sejak Toni Kroos pensiun dan Luka Modric hengkang setahun kemudian, Real Madrid dinilai belum menemukan pengganti yang sepadan di lini tengah.

SI mencatat, selama 12 tahun sejak mendatangkan Kroos, Madrid hanya membeli tiga gelandang yang beroperasi lebih dalam, yakni Mateo Kovacic, Eduardo Camavinga, dan Aurelien Tchouameni. Sebagai perbandingan, Barcelona merekrut 14 pemain dengan karakter serupa pada periode yang sama.

Tak Sesuai Pola Transfer Madrid

Itulah mengapa, upaya Real Madrid merekrut Rodri dianggap sebagai langkah yang tidak biasa.

"Karakter permainan Rodri dinilai mirip dengan sosok Makelele, yang dulu sempat dikritik Perez," tulis SI dalam ulasannya.

Gelandang Timnas Spanyol itu tidak dikenal sebagai pencetak gol maupun pemain yang mengandalkan aksi dribel, tetapi Madrid disebut tetap siap mengeluarkan dana lebih dari 50 juta euro untuk merekrutnya, meski kontraknya di Manchester City hanya tersisa satu musim.

Selain berposisi sebagai gelandang bertahan, Rodri pernah mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL) pada 2024 dan menjalani operasi punggung pada musim panas ini.

Usianya yang telah melewati 30 tahun juga berbeda dengan kebijakan transfer Madrid selama era kedua Perez.

Dari 20 pembelian termahal Real Madrid, sebanyak 15 pemain direkrut saat masih berusia 25 tahun atau lebih muda. Zinedine Zidane menjadi pemain tertua ketika bergabung dari Juventus pada 2001 dalam usia 29 tahun.

Sejak Perez kembali menjabat sebagai presiden pada 2009, hanya tiga pemain berusia 30 tahun atau lebih yang didatangkan ke Santiago Bernabeu.

Tidak satu pun dari mereka direkrut dengan nilai transfer yang diperkirakan akan dibayarkan Madrid untuk Rodri.

Prestasi Rodri Disebut Mengubah Situasi

Sepanjang sebagian besar musim panas ini, Perez disebut belum tertarik merekrut Rodri, meski Real Madrid membutuhkan gelandang yang mampu mengatur permainan dari lini kedua.

Situasi itu disebut berubah setelah Rodri tampil impresif bersama Spanyol di Piala Dunia 2026. Sebagai kapten, ia membawa timnya menjadi juara sekaligus memecahkan rekor operan sepanjang turnamen.

Setelah menjalani musim 2025/2026 yang diwarnai cedera bersama Manchester City, penampilan Rodri di Piala Dunia 2026 disebut mengembalikan reputasinya sebagai satu di antara gelandang terbaik dunia.

"Rodri juga berpeluang menutup tahun sebagai peraih Ballon d'Or untuk kedua kalinya. Ditambah kondisi kontraknya, ia dinilai menjadi pemain yang sulit dicari penggantinya di bursa transfer," tulis SI.

Di sisi lain, Real Madrid juga disebut mulai mengubah kebijakan transfernya pada musim panas ini dengan mendatangkan pemain berpengalaman seperti Bernardo Silva yang berusia 31 tahun dan Denzel Dumfries yang telah berusia 30 tahun sebagai bagian dari proyek pembangunan ulang tim di bawah Jose Mourinho.

Sejak berhasil merekrut Kylian Mbappe dua tahun lalu dan ditinggal pensiun Toni Kroos, Real Madrid belum lagi meraih trofi besar. Kondisi tersebut disebut memiliki kemiripan dengan era Galacticos pertama setelah kepergian Makelele pada 2003.

SI menilai, kehadiran Rodri memberi peluang bagi Perez untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat lebih dari dua dekade lalu sekaligus membangun kembali Real Madrid menjadi tim yang lebih seimbang.

Pada 2024, Rodri pernah mengatakan kepada media Spanyol bahwa ketika Real Madrid menghubungi seorang pemain, panggilan tersebut selalu layak diperhatikan.

Kini, Real Madrid disebut mulai memberikan perhatian kepada sang gelandang.

 

Sumber: SI

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer