3 Komposisi Lini Depan Real Madrid Jika Vinicius Junior Dicadangkan

Real Madrid memiliki tiga opsi lini depan jika Vinicius Junior dicadangkan, dengan Mbappe, Endrick, Espi, Diomande, dan Guler sebagai alternatif.

Bola.com, Jakarta - Vinicius Junior belum menemukan performa terbaiknya pada awal musim bersama Real Madrid. Dari delapan penampilan, penyerang asal Brasil itu baru mencetak satu gol.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi Jose Mourinho untuk melakukan penyegaran di lini depan, apalagi Madrid memiliki sejumlah pemain yang bisa mengisi posisi Vinicius dengan karakter permainan berbeda.

Kylian Mbappe menjadi pemain yang paling mudah digeser untuk mengubah komposisi serangan. Namun, Mourinho juga memiliki opsi lain melalui Endrick, Carlos Espi, Yan Diomande, dan Arda Guler.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mbappe di Kiri, Endrick di Tengah, Diomande di Kanan

Salah satu skenario paling masuk akal adalah mengembalikan Mbappe ke sisi kiri. Posisi tersebut sudah akrab bagi penyerang Prancis itu sebelum lebih banyak dimainkan sebagai ujung tombak.

Jika skema ini diterapkan, Endrick dapat dipercaya sebagai penyerang tengah dan Diomande menempati sektor kanan. Kecepatan Mbappe dari kiri akan memberikan ancaman besar ketika Madrid mendapatkan ruang untuk melakukan serangan cepat.

Endrick juga membutuhkan kesempatan bermain lebih banyak setelah baru tampil selama empat menit musim ini. Diomande bisa melengkapi trio tersebut dengan kemampuan membawa bola dan melakukan penetrasi dari sisi kanan.

Trio Mbappe, Espi, dan Diomande

Mourinho juga bisa memilih Carlos Espi untuk mengisi lini depan bersama Mbappe dan Diomande. Meski baru bermain 26 menit dari total 720 menit yang tersedia, Espi sudah memberikan kontribusi penting.

Penyerang muda itu mencetak dua gol di La Liga dan kedua gol tersebut menghasilkan tambahan empat poin bagi Madrid. Tanpa kontribusinya, Madrid hanya akan mengumpulkan 11 poin dari pertandingan yang sudah dimainkan.

Catatan tersebut membuat Espi memiliki alasan kuat untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Trio Mbappe, Espi, dan Diomande dapat menghadirkan kombinasi kecepatan, pergerakan vertikal, serta kemampuan menyelesaikan peluang.

Diomande di Kiri, Mbappe Penyerang Tengah, Guler di Kanan

Pilihan lain adalah memainkan Diomande di kiri, Mbappe sebagai penyerang tengah, dan Guler di kanan. Skema ini memungkinkan Mourinho tetap mempertahankan Mbappe di posisi yang belakangan menjadi peran utamanya.

Diomande mulai menunjukkan perkembangan yang menarik. Saat Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid, pemain Pantai Gading itu mampu mencatat jumlah dribel yang sama dengan gabungan Vinicius dan Mbappe.

Guler juga memiliki statistik menyerang yang mendukung peluangnya masuk starting XI. Dalam delapan pertandingan di semua kompetisi, ia menciptakan 28 peluang, menghasilkan delapan peluang besar, dan mengirimkan 14 umpan silang hanya dari 349 menit bermain.

Vinicius Belum Kehilangan Tempat

Perubahan susunan pemain tidak berarti Vinicius akan langsung kehilangan posisinya secara permanen. Riwayat kontribusinya bersama Madrid tetap membuatnya menjadi bagian penting dari rencana tim.

Akan tetapi, performa yang belum maksimal memberi Mourinho alasan untuk mencoba formula berbeda. Persaingan internal juga semakin terbuka karena beberapa pemain memiliki kualitas yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan pertandingan.

Madrid kini memiliki beberapa jalur untuk mengubah wajah lini serang. Mbappe bisa bergeser ke kiri, Endrick membutuhkan menit bermain, Espi telah memberikan dampak ketika dipercaya, sedangkan Diomande dan Guler menawarkan alternatif dari sisi taktik.

Sumber: Madrid Universal

Klasemen

Video Populer

Foto Populer