Sukses


    Persib Terusir dari Jabar, Umuh Muchtar Sentil Gubernur

    Bola.com, Bandung - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar akan mengupayakan stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung sebagai tempat duel Persib vs Arema Cronus, Sabtu (27/8/26) pada pekan ke 17 turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo.

    Hal itu seiring sulitnya kembali Persib menggunakan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Dipilihnya Si Jalak Harupat karena memang tidak digunakan untuk PON kecuali area luar lapangan stadion, sehingga masih memungkinkan untuk dipakai Persib.

    "Saya akan berkirim surat kepada Gubernur Jabar yang juga ketua PB PON, mudah-mudahan bisa dipakai. Kalau dengan Ketua KONI Jabar secara lisan sudah tidak masalah, termasuk Bupati Bandung pun saya pikir tidak masalah karena beliau sangat mengerti, tinggal gubernur saja," jelas Umuh, Rabu (17/8/2016) malam di kediamannya, Bandung.

    Namun, jika ternyata Jalak Harupat tidak diizinkan, Stadion Galuh, Ciamis akan menjadi alternatif pertemuan Maung Bandung melawan Singo Edan. Hanya, lanjut Umuh, jika digelar di Ciamis tidak bisa menampung bobotoh hingga puluhan ribu.

    "Kalau di Ciamis mungkin saya akan batasi penontonnya atau bisa saja hanya khusus undangan saja. Tapi itu nanti saja dulu, saya sekarang fokus dulu ke Jalak Harupat, semoga diizinkan," kata Umuh lagi.

    Umuh menegaskan, seharusnya pemerintah Jawa Barat, dalam hal ini Gubernur Jabar dan Wali Kota Bandung bisa memahami Persib dan pelaksanaan PON XIX 2016 masih jauh, yakni 17-27 September.

    "Saya juga tidak habis pikir dulu katanya stadion GBLA tidak akan dipakai PON, setelah Persib menggunakan tiba-tiba pembukaan PON jadi di GBLA. Padahal dulu saya berusaha keras untuk bisa menggunakan GBLA sampai-sampai saya menjadi jaminan ke Bareskrim Polri," ujar Umuh.

    "Giliran Persib kesulitan stadion, tidak ada yang memikirkan. Padahal waktu kampanye menggunakan atribut Persib. Jujur saja dengan kondisi sekarang secara psikologis pemain pun terganggu, apalagi pengurus," tambah Umuh dengan nada kecewa.

    Seharusnya, lanjut Umuh, pemerintah bersyukur karena Persib saat ini tidak sepeserpun menggunakan uang APBD dan membawa nama harum daerah. Terlebih, di belakang Persib ada jutaan bobotoh yang tersebar di Jawa Barat.

    "Pemerintah seharusnya saling bantu karena Persib ini milik Jawa Barat. Apalagi GBLA dibangun pun awalnya untuk Persib, saya masih ingat betul dengan omongan pencetus berdirinya GBLA, pak Dada Rosada, bahwa GBLA dibangun untuk Persib dan dibangun oleh uang rakyat. Saya paham PON juga penting tapi tolong saling pengertian," tegas Umuh.

    Umuh pun mengaku heran dengan pembangunan Stadion GBLA yang terbilang cukup lama dan boleh jadi pembangunan stadion termahal di Indonesia. "Saya harap ada pemeriksaan dari pihak berwenang karena GBLA terus menerus ada perbaikan dan menyedot uang rakyat cukup banyak," cetus Umuh.

    Video Populer

    Foto Populer