5 Alasan MU Harus Buang Radamel Falcao

oleh Arie Nugroho diperbarui 18 Mar 2015, 07:30 WIB
Ilustrasi Radamel Falcao (Liputan6.com/Sangaji)

Bola.com, Manchester - Hingga kini, Radamel Falcao masih kesulitan menghadirkan kontribusi positif bagi Manchester United. Berikut lima alasan mengapa Setan Merah harus mendepaknya akhir musim ini.

Falcao bergabung bersama MU dengan status pinjaman selama semusim dari AS Monaco pada 1 September 2014. Untuk meminjam pemain berdarah Kolombia itu, MU harus membayar sebesar 6 juta poundsterling (Rp 116 milyar).

Setan Merah harus membayar sebesar 43,5 juta poundsterling (Rp 846 milyar) jika ingin mempermanenkan statusnya pada akhir musim nanti. Namun, hingga kini Falcao belum berhasil menemukan bentuk permainan terbaiknya bersama Setan Merah.

Pemain berusia 29 tahun itu baru membukukan empat gol dari 19 pertandingan bagi Setan Merah. Keempat gol tersebut El Tigre ciptakan di ajang Liga Premier Inggris.

Minimnya kontribusi Falcao membuat manajemen Setan Merah berpikir dua kali untuk mempermanenkan statusnya. Kabar teranyar menyebut bahwa Falcao akan bergabung bersama klub Liga Premier Inggris lainnya andai didepak Setan Merah.

2 dari 6 halaman

Gaji Besar Minim Kontribusi

Radamel Falcao saat rayakan gol pertamanya untuk MU (PAUL ELLIS / AFP)

1. Gaji Besar Minim Kontribusi

Falcao mendapatkan gaji fantastis sebesar 265 ribu poundsterling (Rp 5,1 milyar) per pekan bersama MU. Jadi, wajar rasanya jika publik Setan Merah menggantungkan harapan besar di pundaknya.

Namun, nyatanya Falcao belum bisa merealisasikan harapan tersebut. Pemain berusia 29 tahun itu baru bisa membukukan empat gol dari 19 pertandingan.

Bahkan, kinerja Falcao beberapa kali mendapatkan kritikan tajam dari pelatih Louis van Gaal. Juru racik formasi berdarah Belanda itu terang-terangan menyebut MU membutuhkan penyerang yang bisa mencetak lebih dari 20 gol dalam semusim.

Jadi, wajar rasanya jika manajemen MU mendepak Falcao akhir musim ini karena minimnya kontribusi pemain asal Kolombia itu.

3 dari 6 halaman

Produktivitas Gol Rendah

Radamel Falcao (BBC.com)

2. Produktivitas Gol Rendah

Miris rasanya jika menilik catatan gol Falcao musim ini. Pemain berusia 29 tahun itu baru membukukan empat gol dari 19 partai bagi Setan Merah.

Catatan statistik Falcao juga kurang bagus. Pemain pinjaman dari klub AS Monaco itu hanya mampu mengahdirkan rata-rata tembakan 1,7 di tiap pertandingan.

Ada dua kelemahan Falcao. Pertama, Falcao jarang membantu pertahanan saat timnya sedang diserang. Kedua, Falcao sering terlalu lama memegang bola.


4 dari 6 halaman

Permainan MU Membaik Tanpa Falcao

3. Permainan MU Membaik Tanpa Falcao

Mengambil contoh saat Falcao main sebagai starter lawan Preston. Setelah 60 menit MU tanpa gol, Louis van Gaal akhirnya menarik Falcao dan memasukan Ashley Young. Mulai dari sini skema permainan United berubah drastis.

Masuknya Young memberi dukungan dari sisi sayap kanan. Hasilnya, permainan MU lebih hidup serta mampu mencetak tiga gol lewat Ander Herrera, Marouane Fellaini serta penalti Wayne Rooney.

5 dari 6 halaman

Tak Cocok Gaya Permainan MU

aaa

4. Tak Cocok Gaya Permainan MU

Nada optimisme diusung Falcao saat pertama kali bergabung bersama MU. Kala itu, Falcao berujar bahwa gaya permainan MU sangat cocok dengannya dan menjadi alasan utamanya berlabuh.

Namun, ternyata prediksi Falcao itu meleset. Pasalnya, van Gaal bertumpu pada formasi 3-5-2 atau 4-4-2. Dengan demikian, van Gaal membutuhkan penyerang yang memiliki kecepatan dan rajin membantu pertahanan.

Kedua faktor itu tak dimiliki Falcao, yang bertipikal penyelesai akhir. Jadi, wajar rasanya jika van Gaal lebih memilih menurunkan penyerang muda James Wilson ketimbang Falcao.

6 dari 6 halaman

Faktor Usia

Meski memperoleh sejumlah peluang bagus, namun lagi-lagi Falcao gagal mencatatkan namanya di papan skor.

5. Faktor Usia


Falcao saat ini berusia 29 tahun. Ini merupakan usia emas dalam dunia sepak bola. Namun, van Gaal dikenal sebagai pelatih yang lebih suka mengorbitkan para pemain muda.

Oleh karenanya, Falcao minim kesempatan dipermanenkan statusnya pada akhir musim nanti. Apalagi, van Gaal beberapa kali menyatakan butuh penyerang yang lebih baik lagi musim depan.