Bulls Pecat Thibodeau

oleh Diya Farida diperbarui 29 Mei 2015, 13:02 WIB
GAGAL - Tom Thibodeau gagal memertahankan jabatannya selaku Pelatih Kepala Chicago Bulls. Thibodeau dipecat Bulls pada Kamis (28/5).(BOLA.COM/AFP/David Banks)

Bola.com, Chicago - Kejutan besar terjadi dalam tubuh klub NBA, Chicago Bulls. Dianggap gagal menerapkan kultur komunikasi klub yang berujung terhadap nihilnya prestasi, manajemen pun memecat pelatih kepala Tom Thibodeau.

"Menjadi keyakinan kami bahwa diperlukan suatu kultur komunikasi yang membangun kepercayaan di seluruh lapisan organisasi (klub). Mulai dari para pemain, ke staf pelatih, ke manajemen, dan ke staf front office. Sebuah kultur di mana semua orang bergerak ke arah sama," papar Manajer Umum Chicago Bulls Gar Forman, dilansir The Associated Press, Jumat (29/5).

Advertisement

"Ketika kultur tersebut dikorbankan, tentu sangat sulit untuk tumbuh dan berkembang," lanjutnya.

Thibodeau pertama kali datang ke Chicago pada 2010 lalu. Selama lima musim menjabat pelatih kepala Bulls, pria berusia 57 tahun itu membukukan rekor menang-kalah 255-139, dengan prosentase kemenangan sebesar 64,7 persen.

Catatan tersebut menempatkan Thibodeau di peringkat tujuh pelatih dengan prosentase kemenangan tertinggi pada minimal 200 gim sepanjang sejarah NBA. Tak hanya itu, pelatih bertubuh tambun ini juga sukses memenangi titel ‘Coach of the Year’ pada 2011 plus memoles Derrick Rose meraih gelar 'Most Valuable Player' (MVP) termuda sepanjang sejarah NBA di musim sama.

Musim ini, Thibodeau membawa Bulls lolos ke playoff dengan menempati peringkat tiga Wilayah Timur. Laju Bulls di playoff baru terhenti pada semifinal wilayah, setelah kalah dari Cleveland Cavaliers, 2-4.

Sayang, rangkaian rekam jejak ini masih tidak cukup menyelamatkan tempat Thibodeau di Bulls. Kemarin, Kamis (28/5), Thibodeau mengucapkan selamat tinggal kepada tim berlogo kepala banteng merah itu.

"Terima kasih kepada para fans, pemain, staf, dan juga keluarga saya, yang telah menghormati saya dan Bulls dengan usaha, cinta, dedikasi, dan profesionalisme mereka," ungkap Thibodeau.

"Kami bangga dengan pencapaian-pencapaian kami, berjuang keras melewati kesulitan, dan berusaha memberi para fans kami komitmen penuh sebagai balasan setimpal. Saya mencintai olah raga ini, dan saya bersemangat menatap masa depan saya di basket Amerika Serikat dan kesempatan melatih berikutnya di NBA," tukasnya.

Baca juga:

Tegang, Hubungan Wade-Heat Berpeluang Tamat

Warriors Kampiun Wilayah Barat

Cavaliers Juara Wilayah Timur