Statistik Pasca Indonesia U-23 Bungkam Filipina

oleh Yovinus Krisantus diperbarui 10 Jun 2015, 17:21 WIB
LINI TENGAH - Keberhasilan Indonesia U-23 memenangi pertarungan di lini tengah menjadi kunci kemenangan atas Filipina. (Bola.com/Arief Bagus Prasetiyo)

Bola.com, Jakarta - Setelah melumat  Kamboja dengan skor 6-1 pada Sabtu (6/6) lalu, tim nasional (timnas) Indonesia U-23 meneruskan tren positif di ajang SEA Games Singapura 2015 dengan mengalahkan Filipina 2-0 di Stadion Jalan Besar (9/6). Dengan hasil tersebut, Indonesia semakin memperbesar peluang lolos ke semifinal.

Evan Dimas yang dipercaya sebagai kapten menggantikan Manahati Lestusen menjadi bintang dengan mencetak dua gol kemenangan Indonesia pada menit ketiga dan 13. Dengan hasil tersebut, Indonesia menempati tangga kedua klasemen Grup A dengan unggul selisih gol atas Singapura di peringkat ketiga.

Advertisement

Berikut ulasan statistik pertandingan tersebut :

Memenangi Pertarungan di Lini Tengah

Dimotori Zulfiandi, Adam Alis, dan Evan Dimas dengan dibantu Paulo Sitanggang dan Ahmad Nufiandani di sisi sayap, Indonesia menekan sejak peluit pertama dibunyikan. Filipina yang menyadari kelebihan lini tengah Indonesia merespon dengan melakukan pressing ketat terhadap pemain Indonesia.

Namun, Evan Dimas dkk yang unggul secara teknik berhasil menekan sejak awal. Tak hanya itu, kombinasi serangan dengan melakukan umpan-umpan pendek cepat dan penetrasi di sisi sayap pun berkali-kali membuahkan peluang. Salah satunya berbuah gol setelah penetrasi Paulo Sitanggang diakhiri dengan sontekan Evan Dimas ke gawang Filipina.

Indonesia berhasil menguasai 60% penguasan bola dengan melakukan 443 kali umpan sukses (akurasi 84%) berbanding 265 kali umpan sukses (akurasi76%) milik Filipina. Adam Alis menjadi pemain dengan jumlah operan sukses terbanyak, yaitu sebanyak  57 kali. Zulfiandi dan Paulo Sitanggang berada di bawah Adam dengan jumlah operan sukses masing-masing 56 dan 51 kali.

Melalui strategi ini, Indonesia berhasil mencatatkan total 23 kali tembakan dengan sembilan tembakan tepat sasaran, 10 tembakan melenceng dan empat berhasil diblok oleh lini pertahanan Filipina. Situasi tersebut berbanding jauh dengan Filipina yang hanya melakukan dua kali tembakan tepat sasaran dari total 16 kali percobaan yang lebih banyak dilakukan pada babak kedua.

Koordinasi Lini Pertahanan dan Duel Satu Lawan Satu Jadi Catatan

Tidak diperkuat oleh kapten Manahati Lestusen, pelatih Aji Santoso memercayakan duet Agung Prasetyo dan Hansamu Yama di sentral pertahanan dengan didukung oleh Vava Mario Yagalo dan Abduh Lestaluhu di sisi luar. Vava mengisi pos bek kanan yang di dua laga sebelumnya diisi oleh Syaiful Indra Cahya.

Meski tak kebobolan dan mencatatkan total 34 intersep dan 17 sapuan, para pemain timnas Indonesia U-23 tak terlalu apik dalam melakukan duel satu lawan satu dengan pemain lawan. Tercatat, Indonesia hanya berhasil melakukan 29 kali tekel sukses dengan persentase kesuksesan sebesar 46%.

Dari catatan tersebut, Vava Mario Yagalo dan Agung Prasetyo adalah pemain yang memiliki catatan paling baik dalam bertahan. Vava berhasil melakukan tujuh tekel, tujuh intersep dan tiga sapuan, sedangkan Agung mencatatkan satu tekel, tujuh intersep dan tujuh sapuan.

Tidak diturunkannya Manahati ditengarai menjadi strategi  Aji untuk menyimpan tenaga sang kapten sebelum menghadapi tuan rumah Singapura, Kamis (11/6) mendatang. Koordinasi di lini belakang perlu menjadi menu utama dalam persiapan jelang laga penentuan tersebut.

Evan Dimas Pemain Terbaik

Meski hanya bermain 61 menit, kontribusi  Evan Dimas di atas lapangan dengan dua golnya cukup untuk menjadikannya man of the match dalam laga ini. Pemain kelahiran Surabaya yang bermain sebagai gelandang ini berhasil mencatatkan tiga kali tembakan yang dua di antaranya berbuah gol.

Jumlah tersebut adalah yang terbanyak dalam pertandingan ini dibandingkan rekan-rekan setimnya. Bahkan Muchlis Hadi yang menjadi penyerang utama dan mencetak hattrick di laga sebelumnya tidak mampu menyamai catatan Evan. Tak hanya itu, dipercaya sebagai pengatur serangan, Evan Dimas berhasil melakukan 27 kali operan sukses.

Kemampuannya sebagai pengatur serangan andal terlihat saat ia ditarik keluar pada menit ke-6161. Agresivitas serangan timnas Indonesia U-23 tampak menurun dan kerap menemui kesulitan dalam menembus pertahanan Filipina.

Foto dok. Bola.com

Baca juga :

Bungkam Filipina, Timnas U-23 Jaga Asa Ke Semifinal

Ini Kebiasaan Tim Garuda Muda Jelang Bertanding

Myanmar Kalahkan Filipina, Timnas U-23 Makin Pede