Rekomendasi BOPI Beres, Sunrise of Java Cup 2015 Siap Tancap Gas

oleh Ario Yosia diperbarui 27 Jun 2015, 10:01 WIB
SIAP TAMPIL - Arema Cronus bakal berlaga di Sunrise of Java Cup 2015 dengan kekuatan terbaik. (Bola.com/Kevin Setiawan)

Bola.com, Banyuwangi - Panitia Turnamen Sunrise of Java Cup 2015 menarik napas lega, setelah mengantongi rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Turnamen mini yang diikuti empat tim dipastikan bisa tancap gas digelar 30 Juni-5 Juli.

Ketua Panitia Sunrise of Java Cup, Heryanto Aliong mengatakan rekomendasi dari BOPI menjadi salah satu persyaratan izin kemanan dari pihak Polres Banyuwangi bisa keluar. “Begitu terima rekomendasi dari BOPI, ini saya sedang di Polres mengurus izin keamanan, ” papar Haryanto Along.

Advertisement

Kendati baru mengurus izin keamanan, namun Aliong yakin semua berjalan lancar. Semua persyaratan mengelar turnamen sudah dipenuhi panitia sejak jauh-jauh hari.

“Memang awalnya kami sempat khawatir karena rekomendasi BOPI belum keluar. Tapi sekarang sudah beres. Semoga semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” ungkap Haryanto.

Pihak panitia khawatir karena di deretan peserta ada Arema Cronus, yang legalitasnya tidak diakui BOPI saat proses verifikasi peserta ISL 2015. 

Di sisi lain, panitia turnamen juga bisa bernafas lega, karena salah satu tim undangan Garuda All Stars yang bermaterikan pemain Timnas Indonesia U-23 yang berlaga di SEA Games 2015 tiba di Banyuwangi, Sabtu (27/6).

“Kehadiran Garuda All Stars amat dinanti masyarakat Banyuwangi. Bintang-bintang Timnas Indonesia U-23 bakal jadi magnet,” ucap Heryanto.

Dalam turnamen yang digelar di Stadion Diponegoro, selain Garuda All Stars juga akan diikuti Arema Cronus, Bali United, dan tuan rumah Persewangi Bayuwangi.

Meski turnamen tidak resmi, namun ajang ini cukup bergengsi karena empat peserta sudah punya nama di blantika sepak bola nasional. Panpel menyediakan total dana Rp 1,5 miliar untuk pergelaran ini. Ditambah hadiah utama satu unit mobil. Semua biaya akomodasi peserta juga ditanggung panitia.

Pelaksanaan turnamen jadi embun penyejuk di tengah konflik sepak bola nasional antara PSSI dengan Kemenpora. Kompetisi berbagai jenjang divisi terhenti, dan tidak tahu kapan akan kembali digelar.

Baca Juga:

Dua Pemain Arema Cronus Nostalgia di Banyuwangi

Nasib Apes Djemba-Djemba, dari MU Kini Tarkam di Banyuwangi

Dua Pemain Arema Cronus Nostalgia di Banyuwangi