Pangeran Ali: Platini Tak Baik Untuk FIFA

oleh Sisbrianto Guntar diperbarui 30 Jul 2015, 21:29 WIB
TENTANG - Pangeran Ali membutuhkan kepemimpinan yang baru, mandiri, dan memiliki hubungan dengan masa lalu FIFA. (REUTERS/Ruben Sprich)

Bola.com, Zurich - Pencalonan diri Presiden UEFA, Michel Platini, sebagai Presiden FIFA, sebagai presiden FIFA disambut sinis kandidat lainnya, Pangeran Ali bin Al Hussein. Menurutnya, FIFA membutuhkan kepemimpinan yang baru, mandiri, dan memiliki hubungan dengan masa lalu.

Pangeran Yordania, Ali, menilai Platini bukan orang yang tepat untuk menggantikan Sepp Blatter yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu. 

"Platini tidak baik untuk FIFA. Penggemar sepak bola dan pemain layak mendapat yang lebih baik. FIFA dilalap skandal, kita harus berhenti melakukan hal-hal seperti biasanya," kata pangeran Ali dikutip dari Football Italia.

"Praktik main belakang dan penawaran bawah meja harus berakhir. Saya percaya suara federasi individu harus didengar. Dalam minggu mendatang, saya akan berkonsultasi dengan mereka tentang apa yang terbaik untuk sepak bola," ujarnya.

Pangeran Ali kalah dalam pemilihan presiden FIFA dari lawannya saat itu, Sepp Blatter. Blatter saat itu meraih 133 suara, sementara Pangeran Ali bin Al Hussein hanya mengantongi 73 suara. Namun karena kedua kandidat memenuhi kuorum, atau 2/3 suara, maka pemilihan harus dilakukan dalam dua putaran.

Namun, hal itu batal terjadi karena jelang putaran kedua, Pangeran Ali memutuskan  mengundurkan diri, sehingga Blatter menjadi satu-satunya kandidat dan secara otomatis menjadi presiden FIFA terpilih.

Oleh karena itu, Pangeran Ali mengaku ingin kembali mencalonkan diri untuk memenuhi kriteria pimpinan FIFA yang ideal menurutnya. "Yang jelas adalah bahwa FIFA kebutuhan baru, kepemimpinan mandiri, ternoda oleh praktik masa lalu," ujarnya.

Baca Juga:

Advertisement

Platini Puji Blatter, Pangeran Ali Isyaratkan Maju Lagi

Pangeran Ali Berjanji Benahi Kekacauan Luar Biasa FIFA

Inggris dan Italia Dukung Platini Jadi Presiden FIFA