Berlaga di Cilegon, Pemain Persinga Capek dan Pegal-pegal

oleh Gatot Susetyo diperbarui 29 Agu 2015, 10:08 WIB
LELAH - Pemain Persinga Ngawi, Ali Usman merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Persibangga. Kini ia berjuang melawan lelah saat timnya bertandang ke markas Cilegon United. (Bola.com/Vincensius Sawarno)

Bola.com, Cilegon - Belum hilang rasa capek setelah menyingkirkan PPSM Magelang dari perebutan tiket ke 8 besar Piala Kemerdekaan, tim Persinga Ngawi harus terbang ke Cilegon untuk menantang tuan rumah Cilegon United. Laga dengan sistem gugur ini bakal digelar di Stadion Krakatau Steel Cilegon, Sabtu (29/08/2015), kick off 15.30 WIB live TVRI.

Pemain senior Persinga, Slamet Sampurno mengaku seluruh tubuhnya masih pegal-pegal sepulang dari babak penyisihan Grup C di Bantul. Apalagi di laga terakhir, Slamet Sampurno dkk. telah menguras semua energinya untuk menjegal PPSM.

Advertisement

“Setelah mengalahkan PPSM (Rabu, 26/8/2015) malam, tim langsung pulang ke Ngawi. Kami disuruh pengurus pulang dulu, karena saat itu kami belum menerima jadwal 8 besar Piala Kemerdekaan. Termasuk tempat pertandingan dan calon lawannya. Belum pulih kebugaran kami, Kamis (27/8/2015), tim harus sudah berangkat ke Cilegon dengan pesawat dari Solo. Kami baru masuk hotel di Cilegon tengah malam. Capeknya,” ungkap mantan bek tengah Persik Kediri tersebut.

Rasa lelah itu, ungkap Slamet Sampurno, hampir dirasakan seluruh pemain Persinga. Namun, mereka mencoba menghibur diri dan berusaha mengembalikan kondisi dengan cara masing-masing.

“Kalau badan sudah capek seperti ini, hati dan pikiran harus dibuat santai dan bahagia. Yang jelas, waktu sedikit apapun dimanfaatkan untuk istirahat. Untungnya, kondisi tim sangat kondusif. Teman-teman terlihat menikmati perjalanan dan saling senda gurau,” tutur Ali Usman, bomber asal Mataram, NTB.

Tekad pemain ini disambut gembira sang pelatih M. Hasan. Kendati masih dalam balutan kecapekan, Hasan tetap memberi porsi latihan dalam sesi uji coba lapangan Stadion Krakatau Steel pagi harinya, Jumat (28/8/2015).

“Karena babak ini pakai sistem gugur, maka saya harus antisipasi dengan latihan tendangan penalti. Saya sudah siapkan algojo dan kipernya. Tapi saya berharap eksekutor yang saya siapkan tak cedera saat pertandingan waktu normal. Karena adu penalti butuh pemain yang punya mental kuat,” ucap M. Hasan.

Tuan rumah harus mewaspadai duet penyerang klub berjulukan Laskar Ketonggo ini. Ya, Ali Usman dan Slamet Hariyadi telah membuktikan ketajamannya dengan menyumbang total tujuh gol. Ali Usman sebanyak tiga bola, sedangkan Slamet Hariyadi empat butir gol.

Baca Juga:

Menpora Akui Gelaran Piala Kemerdekaan Miliki Banyak Kekurangan

Heboh Wasit Piala Kemerdekaan Jatuh di Madiun, Cuma Diving?

Ini Alasan Tim Transisi Belum Lunasi Match Fee