Statistik Semen Padang di PJS: Loyo di Depan, Kuat di Belakang

oleh Ashiddiq Adha diperbarui 09 Des 2015, 08:30 WIB
Ilustrasi Semen Padang (Bola.com/Samsul Hadi)

Bola.com, Jakarta - Sepasang gol yang dicetak James Koko Lomell dan Nur Iskandar pada pertandingan kontra Bali United (26/11/2015) memperpanjang asa Semen Padang untuk terus bertahan di Piala Jendral Sudirman (PJS). Tim Kabau Sirah berhasil melaju ke babak 8 besar PJS dengan predikat salah satu peringkat tiga terbaik. 

Jika melihat hasil yang ditorehkan Semen Padang, skuat asuhan Nilmaizar tersebut dapat disejajarkan dengan Arema, PS TNI, dan Persipura, sebagai tim yang tidak pernah kalah dalam 90 menit.

Namun, karena regulasi turnamen yang tidak mengenal hasil imbang, dilakukan adu penalti untuk menentukan pemenang. Di sinilah ketidakberuntungan acap menghinggapi Semen Padang, tiga kali bermain seri, tiga kali pula kalah adu penalti, dan hal itu membuat Semen Padang tertatih-tatih di Grup B.

Pada tulisan kali ini, Labbola akan menganalisis performa tim kebanggaan Sumatera Barat ini di PJS.

Penyelesaian akhir yang bermasalah
Selain persiapan mepet dan banyak ditinggal pemain penting seperti Esteban Vizcarra, Eka Ramdani, Airlangga, dan Goran Gancev, Semen Padang tercatat hanya meregistrasi empat pemain depan di PJS kali ini, yaitu: James Koko Lomell, Nur Iskandar, Gugum Gumilar, dan Aripan Fitra.

Meski secara kuantitas jumlah tersebut lebih dari cukup, secara kualitas, untuk dua nama terakhir masih kekurangan jam terbang, hingga akhirnya Nur dan James Koko berduet di lini depan. Nur selalu bermain penuh dan mencatat menit bermain selama 360 menit. Begitu juga James Koko, striker asal Kamerun tersebut bermain sebanyak 308 menit. Hanya Gugum Gumilar yang sempat diberi kesempatan oleh Nilmaizar untuk turun di pertandingan terakhir.

Kekurangan sumber daya inilah yang membuat Nil mau tidak mau terus memainkan Nur dan James. Di tiga pertandingan awal, dua penyerang ini mandul. Meski jika dikombinasi secara total, dua pemain ini melepaskan 19 tembakan dan menciptakan 12 peluang. Namun, masing-masing pemain hanya mencatatkan masing-masing satu gol.

Advertisement

Di tiga pertandingan awal, James dan Nur terlihat kurang padu, Nur cenderung suka bergerak melebar, sedangkan James lebih suka menjemput bola ke dalam sehingga sering terjadi kosongnya penyerang di depan saat melakukan serangan balik.

Namun, pada pertandingan terakhir, kedua pemain masing-masing mencetak satu gol dan saling berkirim assist. Jelas, ini alarm bahaya bagi tim-tim lawan, andai dua pemain ini sudah bisa saling memahami.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Pertahanan yang kokoh dan solid
Kehilangan Goran Gancev di lini pertahanan tidak membuat Nilmaizar risau. Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut mendatangkan tiga pemain belakang sekaligus untuk ajang PJS ini, mereka adalah: Mohamadou Al Hadji, Hamdi Ramdan, dan Novrianto

Mohmamadou Al Hadji bisa dikatakan sebagai salah satu pemain yang berkontribusi besar dalam lolosnya Kabau Sirah ke babak 8 besar. Meski sempat melakukan kesalahan yang berakibat pada gagalnya Semen Padang menang atas Persipura di pertandingan pertama, setelah itu Mohamadou tampil baik dan konsisten.

Bek asal Mali tersebut membukukan 22 kali intersepsi dan angka tersebut merupakan angka tertinggi di antara pemain Kabau Sirah. Mantan pemain Persik Kediri ini tampil tanpa kompromi dan mencatatkan 14 kali sapuan sepanjang babak penyisihan.

Selain Mohamadou, pujian juga patut disematkan kepada kawan duet Mohamadou, Saepulloh Maulana atau Hamdi Ramdan. Saepulloh sepanjang turnamen sukses mencatatkan 8 kali sapuan, sedangkan Hamdi Ramdan yang menjadi starter di pertandingan terakhir, sukses mencatatkan persentase 100% tekel sukses sepanjang turnamen.

Dengan disiplin duet bek tengah dan dibantu Ricky Ohorella di kiri dan Hengki Ardiles di kanan, tidak heran, sejauh ini gawang Jandia Eka Putra baru dua kali dibobol dan juga mencatatkan angka cleansheet terbanyak di antara kontestan PJS lain di babak penyisihan.

Semen Padang butuh Eka Ramdani?
Lini tengah Kabau Sirah sepanjang PJS bisa dikatakan bermain tidak begitu mengesankan. Musim lalu duet Eka Ramdani dan Yu Hyun-koo menciptakan keseimbangan di lini tengah. Eka bertugas membagi bola sedangkan Yu merebut atau memotong bola.

Musim ini Yu berduet dengan Vendri Mofu, lini tengah Semen Padang tercatat rata-rata hanya menguasai 44% bola, terlepas dari gaya bermain Nil yang memang lebih gemar menunggu. Namun, sering terjadi gap yang besar antara lini tengah dan lini depan Kabau Sirah.
Mofu yang ditugaskan jadi penghubung itu, seolah masih kaku untuk memainkan peran yang biasa dipegang Eka.

Mofu sepanjang babak penyisihan hanya melepaskan 76% umpan sukses. Sedangkan, Eka di Indonesia Super League (ISL) 2014 sukses mencatatkan 82% umpan sukses.

Jika Mofu di babak 8 besar mampu sedikit lebih tenang dalam membaca situasi dan mendistribuskan bola, bukan tidak mungkin keseimbangan yang dijalankan Yu dan Eka di ISL musim lalu bisa terlihat lagi di PJS ini bagi Semen Padang.