Rencana PSCS Berantakan Gara-Gara Putut ke Surabaya United

oleh Gatot Susetyo diperbarui 11 Des 2015, 05:30 WIB
Rekan seangkatan Ibnu Grahan di Persebaya, Putut Wijanarko, jadi asisten pelatih di Surabaya United menggantikan Tony Ho. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Cilacap - Keputusan Putut Wijanarko memilih merapat ke Surabaya United sebagai asisten pelatih membuat skenario yang dirancang manajemen PSCS Cilacap berantakan.

Rencananya, pelatih yang mengangkat prestasi Persinga Ngawi hingga level Divisi Utama itu bakal didapuk sebagai arsitek PSCS di ajang Piala Bupati Cilacap yang digelar 3-9 Januari 2016.

Ketua Harian PSCS, Wasis, menghormati keputusan Putut Wijanarko yang memutuskan berlabuh ke klub yang pernah membesarkan namanya itu.

"Kami hormati keputusan dia (Putut Wijanarko). Itu hak pribadinya yang ingin meningkatkan karier sebagai pelatih profesional. Kami anggap wajar karena dia sudah lama berkiprah di Divisi Utama. Prestasinya juga sangat bagus dengan mempromosikan Persinga dan Persibas Banyumas. Siapa pun pasti ingin menangani klub sebesar Surabaya United," kata Wasis.

Advertisement

Manajemen PSCS salut dengan etika yang ditunjukkan mantan gelandang Persebaya era 1990-an itu. Putut disebut terbuka dengan terus menjalin komunikasi dengan manajemen.

"Seharusnya 8 Desember lalu, Putut sudah di Cilacap. Sehari berikutnya kami menggelar latihan perdana untuk persiapan Piala Bupati Cilacap. Tapi, dia memberi kabar kalau batal bergabung, karena tenaganya dibutuhkan Surabaya United, setelah Tony Ho keluar dari klub itu. Sekarang kami harus mencari pelatih baru," ungkap Wadis.

Petinggi PSCS mengaku kepincut dengan Putut Wijanarko setelah melihat racikannya di tim Persibas. Beberapa kali bertemu dengan Persibas, lanjut Wasis, PSCS kesulitan meraih kemenangan.

"Kesepakatan kami dengan Putut, dia kami coba dulu di Piala Bupati Cilacap. Kalau sukses, kami akan kontrak permanen untuk kompetisi mendatang. Selama ini, PSCS selalu ditangani pelatih asal Jateng. Kami ingin suasana baru dengan mendatangkan pelatih dari Jatim," ujar Wasis.

Lantaran Putut Wijanarko jadi opsi pertama, PSCS Cilacap kini berpikir keras mencari penggantinya. "Kami masih berburu pelatih asal Jatim. Tapi, kami belum tahu siapa yang cocok menggantikan Putut," ujar Wasis.