Perjalanan Rio Haryanto: Tabrakan di Usia 6 Tahun Tak Bikin Kapok

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 18 Feb 2016, 20:10 WIB
Rio Haryanto saat masih membalap di ajang gokart (kanan). Pebalap Indonesia itu pernah mengalami kecelakaan parah saat berlatih gokart di usia 6 tahun. (bola.com/dok.pribadi)

Bola.com, Solo - Pebalap Indonesia, Rio Haryanto, tinggal selangkah lagi bakal tampil di ajang balap mobil paling bergengsi, Formula 1 (F1). Kontrak dengan tim F1 Manor sudah diteken dan kepastian Rio terjun ke ajang ajang jet darat musim depan hanya tinggal menunggu hasil verifikasi dari otoritas tertinggi F1, FIA.

Prestasi gemilang ini tak diraih dengan mudah. Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu membangun semuanya dari nol. Bahkan di masa-masa awal menggeluti olahraga balap, Rio pernah mengalami kecelakaan yang cukup parah. Beruntung, peristiwa tersebut tak membuatnya patah arang.

Advertisement

Saat berkunjung ke rumah Rio Haryanto di Jl. Slamet Riyadi, Solo, beberapa waktu lalu, bola.com mendapat beberapa cerita menarik tentang perjalanan karier pengidola Ayrton Senna tersebut dari sang ibunda, Indah Pennywati.

Indah menceritakan keinginan Rio menggeluti dunia balap mobil tak terlepas dari pengaruh ayahnya Sinyo Haryanto dan kakak-kakaknya. Ayah Rio adalah mantan pebalap, begitu juga kakak-kakaknya. Darah balap mobil mengalir deras dalam darah Rio. Saat anggota keluarga Haryanto berkumpul, topik pembicaraan tak jauh-jauh dari balap mobil.

Sejak kecil, Rio sudah terbiasa diajak melihat balapan mobil oleh sang ayah. Dari sanalah muncul hasrat untuk menjajal gokart. Saat itu usianya masih sekitar 6 tahun. Rio kecil sangat rajin berlatih di Solo, Jawa Tengah, tentu saja didampingi sang ayah dan kakak-kakaknya.

Suatu ketika, Rio mengalami kecelakaan saat berlatih, hingga harus menjalani operasi di Singapura. Kebetulan saat itu pria yang kini berusia 22 tahun tersebut tak didampingi sang ayah, hanya beberapa pegawai kepercayaan keluarga Haryanto.

“Suatu hari Rio pernah latihan gokart di Donohudan (kawasan perbatasan Boyolali dengan Solo). Saat itu sudah sore, sekitar pukul 17.30 WIB, sudah agak gelap. Dikiranya sudah tidak ada yang latihan lainnya. Jadi ya latihan biasa saja. Ternyata masih ada yang latihan balap motor,” ujar Indah mengenang kembali kejadian sekitar 16 tahun silam itu.

Melaju Kencang

“Mobil gokart kan pendek banget. Jadi pengendara sepeda motornya melaju kencang dan tidak melihat di depannya ada Rio yang sedang mengendarai gokart. Ya akhirnya tabrakan tak terhindarkan dan Rio langsung pingsan saat itu,” imbuh sang ibunda.

Indah mendapat kabar kecelakaan tersebut melalui telepon, karena dirinya sedang berada di Jakarta. Tentu saja Indah panik. Apalagi Rio mengalami patah tulang tangan dan kakinya luka-luka. Tak mau mengambil risiko, Rio langsung diterbangkan ke Singapura untuk menjalani operasi.

“Jadi patahnya di bagian sikut. Saya takut nantinya tidak bisa ditekuk, bisa berbahaya untuk karier Rio. Makanya langsung kami bawa ke RS di Singapura, karena kami punya kenalan dokter di sana. Syukurlah semuanya bisa normal lagi,” imbuh Indah.

Rio Haryanto berhasil menjadi juara gokart untuk kali pertama pada 2001. (bola.com/dok.pribadi)

Menurut sang ibunda, kecelakaan parah tersebut tak membuat pebalap kelahiran 22 Januari 1993 tersebut kapok berlatih gokart. Dia tetap bersemangat mengejar mimpinya menjadi pebalap mobil. Bahkan setelah itu, Rio Haryanto berhasil memenangi sejumlah balapan gokart yang diikutinya.