4 Wasit dengan Catatan Statistik Unik di PJS (1)

oleh Pramuaji diperbarui 09 Jan 2016, 10:00 WIB
Sesuai analisis Labbola, wasit Thoriq Alkatiri punya statistik unik selama memimpin pertandingan di Piala Jenderal Sudirman. (Labbola)

Bola.com, Jakarta - Piala Jenderal Sudirman (PJS) akan memasuki babak semifinal. Hingga akhir babak 8 besar, sudah 42 pertandingan yang dilangsungkan. Dari 42 laga tersebut, panitia pelaksana pertandingan telah menugaskan sebanyak 17 wasit untuk memimpin laga.

Kata wasit kerap menjadi isu kontroversial di persepakbolaan Tanah Air dan hal tersebut juga muncul di PJS. Sejumlah pelatih telah mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja wasit, yang dianggap merugikan timnya.

Penyelenggara kompetisi pun menanggapi tiap laporan ketidakpuasan atas kinerja wasit dengan sanksi tegas. Pengadil senior sekelas Prasetyo Hadi dan Najamuddin Aspiran tidak lepas dari surat bebas tugas.

Selain mengumpulkan data pemain, Labbola mengoleksi data yang berhubungan dengan wasit. Setelah dianalisis, ada sejumlah statistik unik yang dicatat beberapa pengadil di PJS. Berikut penjelasannya:

Wasit yang paling sering bertugas
Dari 17 wasit yang bertugas di PJS sejauh ini, Thoriq M. Alkatiri menjadi pengadil yang paling banyak mendapat panggilan untuk memimpin pertandingan. Hingga akhir babak 8 besar, Thoriq sudah memimpin 5 laga.

Angka tersebut unggul 1 laga dari Djumadi Effendi, Muslimin, Agus Fauzan, dan Kusni, yang masing-masing baru 4 kali bertugas.

Dalam 5 pertandingan yang ia pimpin, Thoriq tercatat memberi pelanggaran sebanyak 133 kali. PSM Makassar menjadi tim yang paling sering melanggar lawan ketika Thoriq memimpin. Angka tersebut wajar karena Thoriq 3 kali menjadi wasit di pertandingan yang melibatkan PSM.

Wasit yang mengantongi lisensi FIFA ini tercatat mengeluarkan 21 kartu kuning dan 2 kartu merah langsung. Lagi-lagi, PSM menjadi tim yang paling sering diganjar hukuman kartu oleh Thoriq, yakni sebanyak 6 kali, yang kesemuanya adalah kartu kuning.

Advertisement

Wasit yang paling banyak memberikan pelanggaran dan hukuman kartu
Kusni menyandang predikat sebagai wasit yang total jumlah pelanggaran dan hukuman kartunya paling banyak di PJS. Bertugas sebanyak 4 kali, hingga babak 8 besar berakhir, Kusni tercatat meniup peluitnya sebagai tanda pelanggaran sebanyak 143 kali. Itu berarti, jika dirata-rata, Kusni memberikan 35.75 pelanggaran per pertandingan.

Tidak heran jika wasit asal Samarinda ini juga menjadi pengadil dengan total hukuman kartu terbanyak. Total, Kusni mencabut kartu sebanyak 27 kali sejauh ini, dengan rincian 25 kartu kuning dan 2 kartu kuning kedua. Persib menjadi tim yang paling sering dihukum kartu oleh Kusni dengan total 9 kartu kuning dari 2 pertandingan.

Kusni mencabut kartunya sebanyak lebih dari 6 kali di 3 pertandingan berbeda, yakni Surabaya United vs Persib (7 KK), Persib vs PS TNI (8 KK), dan Persija vs PS TNI (6 KK, 1 KK kedua). 2 pemain yang diusir oleh Kusni adalah Ismed Sofyan (Persija) dan M. Fachri (Persela).

Sesuai analisis Labbola, wasit Kusni punya statistik unik selama memimpin pertandingan di Piala Jenderal Sudirman. (Labbola)

Berita Terkait