Surabaya United Cegah Pemain Hijrah dengan Naikkan Gaji, tapi...

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 04 Feb 2016, 19:30 WIB
Slamet Nurcahyo termasuk pemain senior di Surabaya United yang hijrah meski sudah mendapat penawaran kenaikkan gaji. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Surabaya - Eksodus pemain yang melanda Surabaya United membuat manajemen tim ini puyeng. Saat ini saja terhitung sudah empat pemain musim lalu yang pergi, belum lagi sejumlah pemain yang mulai santer dikabarkan menyusul hengkang.

Manajemen Surabaya United bukannya pasrah menghadapi situasi seperti ini. Manajemen klub sejak awal berupaya mencegah dengan menaikkan besaran gaji pemain.

Namun, usaha yang dilakukan tak maksimal karena kenaikan gaji yang dijanjikan manajemen tidak signifikan. Hal ini disebabkan bujet yang disediakan PT Mitra Muda Inti Berlian bisa dibilang rendah dibandingkan beberapa klub lain, termasuk Madura United.

"Itu satu-satunya cara yang bisa kami lakukan," ujar Rahmad Sumanjaya, manajer operasional Surabaya United.

Karena itu juga Surabaya United tak kuasa menahan beberapa pemain yang menginginkan kenaikan besaran gaji lebih dari 50 persen. Manajemen kini pasrah jika upaya yang mereka lakukan ternyata masih sulit diterima pemain, khususnya pemain senior.

Sebagai catatan, hingga kini yang sudah memastikan hengkang dari Surabaya United semuanya pemain senior. Sebut saja Firli Apriansyah, Hery Prasetyo, Asep Berlian dan Slamet Nurcahyo (semuanya ke Madura United).

Advertisement

Keempat pemain itu memilih meninggalkan Surabaya United karena tak bisa menerima tawaran mengenai besaran serta pola kenaikan gaji bertahap yang disodorkan manajemen.

Pada musim ini, manajemen menerapkan kenaikan gaji secara berjenjang menyesuaikan dengan kondisi sepak bola Indonesia. Artinya, gaji pemain akan terus meningkat tergantung ajang yang diikuti klub ini.

Sebagai contoh, pemain tetap menerima gaji 25 persen selama pramusim. Besarannya akan bertambah besar ketika Surabaya United terjun di turnamen dan akan lebih besar, atau dibayar 100 persen bila kompetisi berjalan.

Itulah mengapa manajemen Surabaya United tak mau memaksa mereka harus bertahan jika kenaikan besaran gaji yang mereka inginkan melebihi bujet yang ada. Manajemen pun memilih untuk mendatangkan pemain baru ketimbang terus dipusingkan dengan tuntutan pemain.

"Kami bisa apa? Anggaran memang tidak mencukupi. Surabaya United hanya berkomitmen akan merealisasikan semua tahapan itu jika mereka mau tetap bersama kami," jelas Rahmad.