PT LI Gelar Indonesia Soccer Championship B untuk Divisi Utama

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 26 Feb 2016, 15:45 WIB
PT Liga Indonesia memaparkan rencana kompetisi Divisi Utama 2016 bertajuk Indonesia Soccer Championship B di Hotel Park Lane, Jakarta, Jumat (26/2/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Sebanyak 59 klub Divisi Utama mengikuti pertemuan dengan PT Liga Indonesia di Hotel Park Lane, Jakarta, Jumat (26/2/2016) pagi hingga siang WIB. Dalam pertemuan itu, PT Liga Indonesia memaparkan rencana bergulirnya kompetisi yang bertajuk Indonesia Soccer Championship B untuk klub kasta kedua di Indonesia itu.

Rencananya, kompetisi itu bergulir mulai 23 April. Sistem kompetisi sama dengan Divisi Utama musim lalu. Yang membedakan adalah tidak adanya promosi degradasi.  

Advertisement

Peserta dibagi menjadi delapan grup pada babak penyisihan. Babak 16 besar digelar dengan format kandang-tandang dan mulai babak 8 besar digelar dengan sistem gugur. Setiap klub mendapat subsidi Rp 400 juta (babak penyisihan grup), Rp Rp 300 juta babak 16 besar, dan Rp 150 juta untuk babak 8 besar.

Kompetisi Divisi Utama Indonesia Soccer Championship ini memperebutkan hadiah total Rp 2,05 miliar. Perinciannya adalah, juara pertama mendapat Rp 1 miliar, runner-up Rp 700 juta, dan peringkat ke-3 dan ke-4 mendapat Rp 350 juta.

"Kami mendapat penjelasan dari PT Liga Indonesia soal kompetisi. Belum ada kepastian, jadi kami berharap setelah pertemuan ini ada realisasi dan segera dipastikan bergulir," kata Manajer PSCS Cilacap, Bambang Tujianto.

Indonesia Soccer Championship B merupakan titel kompetisi Divisi Utama, sementara untuk klub ISL dengan nama Indonesia Soccer Championship A. Kedua kompetisi ini digelar oleh PT Gelora Trisula Semesta, anak perusahaan PT Liga Indonesia.

"Dari hasil pertemuan ini, klub langsung bergerak mempersiapkan diri. Tapi, kami harus menunggu sampai digelar temu teknik manajer klub. Kemungkinan pada bulan April," lanjutnya.

"Untuk peraturan pemain, sama seperti kompetisi musim 2015 yang akhirnya vakum, yakni tanpa pemain asing. Semua pemain lokal tidak ada batasan usia," imbuh Bambang.