Akui Paling Miskin, Pra PON Gorontalo Raih Tiket ke PON 2016

oleh Gatot Susetyo diperbarui 26 Mar 2016, 21:05 WIB
Berangkat ke Bandung dengan dana cekak, tim Pra PON Gorontalo bisa lolos ke putaran final PON 2016. (Bola.com/Robby Firly

Bola.com, Bandung - Berangkat ke Bandung dengan modal cekak, akhirnya tim Pra PON Gorontalo malah bisa meraih tiket lolos ke putaran final cabor sepak bola PON Jabar 2016. Pada laga play-off, anak asuh Welly Podungge ini menyingkirkan tim tangguh Pra PON Sulsel, skor 4-2, di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (26/3/2016).

Penampilan skuat Gorontalo terus meningkat sejak laga perdana bermain dengan hasil 1-1 kontra Sulteng dan tim Pra PON Sulut. Meski hanya bermodal Rp 25 juta, soal materi tak jadi penghalang bagi pemain Gorontalo untuk berprestasi.

"Di antara peserta Pra PON, mungkin kami yang paling miskin. KONI Gorontalo hanya memberi uang saku Rp 25 juta untuk bonus para pemain. Bahkan sepatu pun, keluar uang dari kantong pribadi pemain. Saya salut dengan perjuangan mereka," ungkap Welly.

Advertisement

Tampil di ajang multicabang nasional empat tahunan itu merupakan kali kedua bagi Gorontalo. ProVinsi penghasil jagung nasional itu juga berkiprah di PON Riau 2012. Namun, Welly Podungge menilai prestasi kali sangat luar biasa.

"Empat tahun lalu, kami lolos PON karena di penyisihan diuntungkan sebagai tuan rumah. Tapi, sekarang kami bermain di tempat netral. Selanjutnya kami akan memperbaiki tim ini agar bisa bersaing dengan daerah lainnya di PON Jabar mendatang," tuturnya.

Manajer tim Pra PON Gorontalo, Risman Taha, yang menyaksikan langsung pertarungan hidup mati duta Gorontalo mengaku bangga.

"Anak-anak tampil luar biasa. Ini kemenangan terbesar tim Pra PON Gorontalo. Bahkan kami sempat unggul 3-1 dalam tempo yang panjang. Tim ini punya masa depan bagus. Anak-anak juga layak untuk tampil di klub profesional nantinya," puji Risman.