Statistik Berpihak ke Arema, Protes Dejan Antonic Tak Beralasan

oleh Ario Yosia diperbarui 04 Apr 2016, 18:00 WIB
Pelatih Persib, Dejan Antonic, menuding wasit sering merugikan tim asuhannya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic, memprotes keras kepemimpinan wasit laga final Torabika Bhayangkara 2016 pada Minggu (3/4/2016). Ia menilai Nusur Fadillah berat sebelah, memihak Arema Cronus. Namun, terlepas dari gugatan tersebut, catatan statistik menunjukkan kalau Tim Singo Edan yang menang 2-0 atas Maung Bandung unggul segalanya.

Catatan statistik resmi turnamen menunjukkan kalau Arema unggil penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen Persib. Tim asuhan Milomir Seslija terlihat lebih agresif melakukan serangan.

Hal itu terlihat dari jumlah tembakan yang dilayangkan sepanjang pertandingan. Arema melakukan tembakan sebanyak 11 kali, tiga di antaranya tepat sasaran (2 berbuah gol).

Sementara sepanjang laga, Persib hanya melakukan tiga kali tembakan, dan hanya satu yang mengenai sasaran. Jumlah yang amat minim, mempertegas kalau Atep dkk. minim menciptakan peluang emas. Harus diakui ketiadaan pemain di posisi playmaker membuat lini depan Persib mati kartu.

Advertisement

Striker asal Spanyol, Juan Belencoso yang bertindak sebagai target man atau pemain tembok minim pasokan bola. Dua pemain sayap Persib, Atep dan Samsul Arif yang biasanya seringkali menyodorkan umpan-umpan lambung ke arah kotak penalti, sepanjang duel final minim kontribusi.

Kuartet bek Tim Singo Edan yang amat disiplin membuat arus serangan Persib terhambat.Tim Pangeran Biru jarang melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Arema. Kurnia Meiga, kiper Arema, sepanjang laga lebih sering menganggur karena jarang mendapat ancaman berbahaya.

Upaya memperbaiki situasi dengan memasukkan Tantan, tak menolong. Sang penyerang sayap kesulitan menembus bek muda Ryuji Utomo yang diplot di sektor kanan pertahanan Arema. Ia seringkali kalah duel satu lawan satu. 

Situasi kian bertambah sulit karena penggawa Persib kerap melakukan kesalahan elementer, seperti salah umpan.

Statistik Arema vs Persib. (Labbola)

Akurasi passing Persib hanya 65 persen, kalah dibanding kubu Arema yang menembus 75 persen.

Solidnya lini pertahanan Arema layak mendapat jempol. Duet Hamka Hamzah dan Goran Ganchev sulit ditembus. Rataan tekel sukses Arema menembus persentase 65 persen. Sementara itu, Persib hanya 45 persen.

Data statistik menegaskan kalau memang Arema Cronus yang bermain efektif layak memenangi pertandingan. Kolektivitas Srdan Lopicic-Cristian Gonzales-Esteban Vizcarra jadi pembeda. Kemampuan mereka menahan bola dan melakukan pergerakan membuka ruang membuat lini belakang Persib keteteran.

"Pelatih meminta kami bermain sabar, tidak memaksakan diri bermain dalam tempo cepat. Kondisinya memang tak memungkinkan kami tampil cepat karena stamina terkuras pada duel semifinal melawan Sriwijaya FC," ungkap Srdan Lopicic.

Harus diakui dalam duel final Torabika Bhayangkara Cup 2016, Milomir Seslija lebih jeli dalam berstrategi dibanding Dejan Antonic. Terutama dalam mengembangkan efektivitas permainan. Arema tidak bisa dikatakan benar-benar mendominasi permainan. Namun, saat posisi memegang bola (terutama saat menyerang) mereka lebih cerdik bergerak membongkar pertahanan Tim Maung Bandung.