Barcelona Lanjutkan Kutukan Status Juara Bertahan Liga Champions

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 14 Apr 2016, 09:00 WIB
Gelandang Barcelona, Sergio Busquets memungut bola dari jala gawangnya. Barcelona takluk dengan skor 0-2 pada Leg 2 Babak Perempat Final Liga Champions 2015-2016, di Stadion Vicente Calderon, Kamis (14/4/2016) dini hari WIB. El Barca gagal melaju ke semi final usai kalah aggregat 2-3. (Reuters/Juan Medina)

Bola.com, Madrid - Barcelona gagal mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah tersingkir di babak perempat final. Mereka takluk di tangan Atletico Madrid dengan skor aggregat 3-2. Hasil tersebut membuat kutukan bagi sang juara bertahan terus berlanjut.

Pada Leg 2 Babak Delapan Besar Liga Champions 2015-2016, Rabu (13/4/2016) atau Kamis (14/4/2016) dini hari WIB, Barcelona kalah 0-2 di Stadion Vicente Calderon. Dua gol Atletico Madrid lahir melalui aksi Antoine Griezmann pada menit ke-36 dan penalti dua menit jelang bubaran.

Kegagalan Barcelona membuat sejarah terus berulang. Sejak menggunakan format baru Liga Champions pada 1992, tak ada juara bertahan yang sanggup mengulangi lagi prestasi mereka secara beruntun. Artinya, tak ada yang bisa mencatat back to back.

Advertisement

Barcelona pernah merasakan kondisi seperti ini sejak 1992. Usai merengkuh gelar Piala Champions 1991-1992, mereka terkapar di babak final pada musim berikutnya. Tim asal Rusia, CSKA Moskow menggagalkan ambisi El Barca pada putaran kedua. Raksasa La Liga tersebut kalah dengan skor aggregat 3-4.

Setelah itu, tidak ada satu-pun klub yang bisa menggapai dua gelar beruntun. Beberapa tim pernah berada di fase final, namun tak sanggup menaklukkan lawannya. AC Milan misalnya. Setelah juara pada 1993-1994 saa menaklukkan Barcelona dengan skor 4-0, tahun berikutnya mereka gagal.

Pada laga final 1994-1995, klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam menjadi pengadang. Laga final di Stadion Ernst Happel, Vienna, menjadi saksi kekalahan AC Milan dengan skor 0-1. Gol tunggal lahir dari bomber Patrick Kluivert pada menit ke-85.

Lalu pada 1995-1996, Juventus berhasil menjadi jawara Piala Champions setelah unggul atas Ajax Amsterdam melalui adu penalti. Sayang, setahun berikutnya, meski berhasil melaju ke partai puncak, Bianconeri tunduk dari wakil Jerman, Borussia Dortmund dengan skor 3-1.

Klub besar Inggris, Manchester United juga pernah merasakan aura tak bagus tersebut saat gagal pada partai final musim 2008-2009. Saat itu, The Red Devils takluk di tangan armada Barcelona dengan skor 0-2. Padahal, semusim sebelumnya, mereka meraih trofi bergengsi usai mengalahkan rekan senegaranya, Chelsea di Stadion Luzhniki Moskow.

Musim ini, giliran Barcelona yang gagal memecahkan telur prestasi tak mengenakkan sebuah tim berstatus juara bertahan Liga Champions. Pada laga dini hari tadi, Barcelona gagal tampil efisien, dan justru kehilangan konsentrasi yang membuat mereka kebobolan dua kali. Alhasil, keunggulan 2-1 pada pertemuan pertama menjadi tak berguna karena mereka kalah 0-2.

"Pada babak pertama tak terlalu ketat. Mereka bermain sesuai karakter, yakni menunggu serangan kami dan berusaha untuk mencetak gol via serangan balik. Sungguh, penampilan ini bukan yang terbaik dari kami, terutama jika Anda melihat performa kami sepanjang musim ini. Tapi inilah sepak bola. Sekarang, kami harus segera bangkit," papar Luis Enrique Martinez, Pelatih Barcelona, seperti dirilis situs resmi UEFA.

Kubu Atletico Madrid mengakui permainan mereka tak maksimal karena terus mendapat tekanan dari tim tamu. "Sekali lagi, kami berhasil lolos dari laga yang sangat sulit. Kami tak pernah berhenti memotivasi diri, sehingga bisa bekerja maksimal saat situasi tertekan. Kuncinya, kami tampil sebagai tim, bukan individu," terang Diego Simeone, entrenador Atletico Madrid.

Sumber: UEFA

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini