Ditahan PSGC, Persis Solo Gagal Pecahkan Mitos Laga Pembuka

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 01 Mei 2016, 05:00 WIB
Gelandang PSGC Ciamis, Andi Kurniawan dikepung dua pemain Persis Solo dalam laga pembuka Indonesia Soccer Championship B yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/4/2016). (Bola.com/Romi Syahputra)

Bola.com, Solo - Pertandingan dramatis tersaji dalam pembukaan Indonesian Soccer Championship (ISC) B, antara Persis Solo melawan PSGC Ciamis. Kedua tim bermain imbang 1-1 lewat gol pada detik-detik akhir laga di Stadion Manahan Solo, Sabtu (30/4/2016).

Dengan hasil itu, tim Laskar Sambernyawa gagal memecahkan mitos tak pernah menang dalam tiga laga pembuka secara beruntun.

Saat pembukaan kompetisi Divisi Utama 2014, Persis ditahan PPSM Magelang, 2-2 di Manahan. Hal yang sama terjadi di Piala Kemerdekaan 2015. Menghadapi lawan sama, Persis yang saat itu diracik Aris Budi Sulistyo dipermalukan 2-3 dan akhirnya tak lolos dari fase grup.

Advertisement

''Laga pertama pasti sulit dan itu terbukti. Secara permainan, karakter Persis dengan pola cepat sudah berjalan, namun hasil akhir belum berpihak kepada kami," kata Widyantoro, pelatih Persis usai pertandingan.

Tempo cepat langsung diperagakan kedua tim sejak wasit Faulur Rosi meniup peluit laga dimulai. Tuan rumah yang mendapat dukungan dari belasan ribu Pasoepati mengambil inisiatif penyerangan.

Namun, rapatnya lini belakang PSGC yang digalang Achmad Taufiq mampu meredam serangan tuan rumah. Tim tamu sebenarnya unggul dalam penguasaan bola, tapi tak satu pun tembakan ke gawang yang berhasil diilakukan hingga babak pertama hingga usai.

Empat menit babak kedua berjalan, Persis berhasil mencetak gol, namun dianulir lantaran Bayu Nugroho lebih dahulu terjebak off side. Tak ingin kendur, tim Kota Bengawan gencar menggempur pertahanan lawan. Namun, penampilan apik kiper PSGC, Ghony Yanuar yang juga mantan penggawa Persis mementahkan beberapa peluang yang tercipta.

Drama tersaji saat laga memasuki tambahan waktu. Tendangan bebas gelandang, Agung Budi Nugroho disambut sundulan bek sentral Fernando Pongajow dan berhasil membawa Persis unggul 1-0.

Sialnya, kemenangan di depan mata itu buyar setelah PSGC mendapatkan hadiah penalti karena Pongajow dianggap melakukan handball. Andi Dwi Kurniawan yang maju sebagai eksekutor berhasil mengelabui kiper Persis, Aji Saka.

"Kami akui pemain kehabisan bensin di babak kedua dan akhirnya kecolongan. Secara umum saya memuji determinasi dan semangat juang Persis sepanjang laga," ucap Herdiat Sunarya, manajer PSGC.