Playoff IBL: CLS Ingin Juara, Satya Wacana Siap Menjegal

oleh Oka Akhsan diperbarui 13 Mei 2016, 19:50 WIB
Jamarr Andre Johnson, andalan CLS Knights Surabaya saat menghadapi Satya Wacana Salatiga pada ronde pertama playoff IBL 2016 di Britama Arena, Jakarta, 15-29 Mei 2016. (Bola.com/Dokumentasi IBL)

Bola.com, Jakarta - CLS Knights Surabaya siap melanjutkan performa meyakinkan pada musim reguler Indonesian Basketball League (IBL) 2016 di babak playoff yang mulai digelar di Britama Arena, Mahaka Square, Kepala Gading, Jakarta, 15-29 Mei 2016.

CLS tampil dominan pada babak reguler. Dari 33 pertandingan, CLS cuma dua kali menelan kekalahan. Jamarr Andre Johnson cs. pun berhak memuncaki klasemen akhir dengan 64 poin.

Advertisement

Sebagai pemuncak klasemen akhir babak reguler, CLS menjadi unggulan teratas di playoff. Pada ronde pertama, anak-anak asuh Wahyu Widayat Jati itu akan menghadapi tim peringkat kedelapan babak reguler yang baru pertama kali lolos ke playoff, Satya Wacana Salatiga.

Di atas kertas, CLS unggul segalanya atas Satya Wacana. Skor pertemuan di babak reguler pun 3-0 buat keunggulan CLS. Meski lebih diunggulkan, Cacing, sapaan akrab Wahyu Widayat Jati, meminta anak asuhnya tak menganggap remeh dan tetap memberikan respek kepada lawan.

"Para pemain CLS tak boleh puas hanya menjadi juara musim reguler. Sejak awal musim, kami sudah bertekad menjadi kampiun. Kini kami harus menuntaskan misi untuk mewujudkan mimpi tersebut," kata Cacing, yang saat aktif bermain pernah juara bareng Satria Muda dan Aspac Jakarta, dalam rilis yang diterima Bola.com, Jumat (13/5/2016).

Di sisi lain, Satya Wacana tak mau menyerah sebelum bertanding. Hasil pada babak reguler sudah dilupakan. Tim besutan Efri Meldi itu bertekad membuat kejutan dengan menjegal CLS.

"Kami tak akan gugup menghadapi CLS meski lawan lebih diunggulkan. Enam tahun sudah kami menunggu momen indah lolos ke playoff. Di mata saya, para pemain sudah menjadi juara. Kini kami siap mati-matian di lapangan untuk melaju ke semifinal," ujar Efri Meldi, yang masuk nominasi Pelatih Terbaik bersama Cacing dan Fictor Gideon Roring (Garuda Bandung).

Sebagai juara musim reguler, CLS diuntungkan dengan sistem twice to beat. Artinya, CLS hanya cukup menang pada gim pertama untuk lolos ke semifinal. Jika yang memenangi laga pertama adalah Satya Wacana, maka akan dilanjutkan ke gim berikutnya hingga kedudukan 2-0 atau 2-1.

Keuntungan yang sama juga didapat runner-up musim reguler, Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta. Pelita Jaya akan menghadapi Hangtuah Sumsel (7) pada ronde pertama playoff.

Pada laga lain, peringkat ketiga, M88 Aspac Jakarta, bakal ditantang Stadium Happy 8 Jakarta (6). Sementara sang juara bertahan, Satria Muda Pertamina Jakarta (4), menghadapi lawan berat, Garuda Bandung (5).

Laga yang digunakan untuk peringkat ketiga sampai keenam menggunakan format best of three. Artinya, mereka yang berhak lolos ke semifinal adalah tim yang terlebih dahulu meraih dua kemenangan. Sistem best of three juga akan digunakan di babak semifinal dan final IBL 2016.

Jika IBL 2016 baru memasuki babak playoff, Women's Indonesian Basketball League (WIBL) sudah menggelar babak Grand Final yang mempertemukan Surabaya Fever versus Tomang Sakti Merpati Bali. Laga Grand Final WIBL 2016 memakai format best of three. Jadwal lengkap playoff IBL 2016 bisa dilihat di sini.