Masa Depan Rio Haryanto di F1 Terancam, Sang Ayah Pasrah

oleh Reza Khomaini diperbarui 15 Mei 2016, 08:30 WIB
Kiprah Rio Haryanto di Formula 1 2016 terancam bakal terhenti di seri ke-10 akibat belum melunasi pembayaran ke Manor Racing. (Bola.com/Reza Khomaini)

Bola.com, Barcelona - Kiprah Rio Haryanto di Formula 1 (F1) 2016 terancam bakal terhenti di seri ke-10 akibat tak kunjung bisa melunasi pembayaran ke Manor Racing. Sang ayah, Sinyo Haryanto, mengaku tak bisa berbuat banyak menghadapi situasi pelik tersebut.

Advertisement

Rio punya kewajiban menyetor dana senilai 15 juta euro (Rp 226 miliar) ke Manor Racing untuk bisa membalap semusim penuh di F1 2016. Namun, hingga kini pria berusia 23 tahun tersebut masih berutang senilai 7 juta euro (Rp 105 miliar) kepada tim yang bermarkas di Inggris tersebut.

Padahal manajemen Rio seharusnya melunasi kekurangan itu pada 1 April lalu. Situasi itulah yang membuat masa depan Rio di balapan jet darat terancam.

Manajer Rio, Piers Hunnisett, menyatakan seri ke-10 atau GP Inggris pada awal Juli kemungkinan bakal menjadi balapan terakhir sang pebalap. Bahkan, menurutnya Rio bisa tergusur kapan pun karena manajemen belum memberikan jawaban apapun kepada Manor. Sang ayah mengaku hanya bisa pasrah dengan situasi tersebut.

Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, berjumpa dengan orang tua dan kakaknya seusai kualifikasi F1 GP Spanyol di Sirkuit Catalunya, Spanyol, Sabtu (14/5/2016). (Bola.com/Reza Khomaini)

"Saya sudah pasrah dengan kondisi ini. Kalau memang itu terjadi, yah mau bagaimana lagi?" ujar Sinyo, yang hadir mendukung putranya menjalani seri kelima GP Spanyol, saat diwawancarai bola.com di sela-sela sesi latihan bebas F1 GP Spanyol, Jumat (14/5/2016).

Dari total dana yang sudah disetorkan ke Manor, sebanyak 5 juta euro berasal dari Pertamina sebagai sponsor. Sedangkan 3 juta euro dirogoh dari kocek pribadi manajemen Rio. Menurut ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati, dana tersebut berasal dari pinjaman ke pihak ketiga, sehingga juga harus dikembalikan.