Outfield Superstar: Lionel Messi Sang Pembeda

oleh Arie Nugroho diperbarui 11 Jun 2016, 20:07 WIB
Outfield Superstar Copa America_Messi (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta Ucapan syukur tak henti terucap dan senyuman manis tersungging indah di bibir Lionel Messi seusai pertandingan. Wajar rasanya, mengingat La Pulga sukses menciptakan hat-trick untuk timnas Argentina pada laga perdananya setelah sembuh dari cedera melawan Panama di Grup D Copa America, Sabtu (11/6/2016).

Advertisement

Lionel Messi harus menelan pil pahit pada laga persahabatan melawan Honduras, Sabtu (28/5/2016). La Pulga terpaksa harus ditarik ke luar lapangan pada menit ke-52 karena mengalami memar di punggungnya. Cedera itu dia dapat setelah punggungnya dihantam lutut pemain pengganti Honduras, Oliver Morazan.

Alhasil, Messi terpaksa harus duduk manis di bangku cadangan kala Argentina melakoni laga perdana Grup D Copa America melawan juara bertahan Cile di Levi's Stadium, Santa Clara, (6/6/2016).

Meksi tanpa Messi, Argentina berhasil menang dengan skor tipis 2-1 berkat gol Angel Di Maria (51') dan Ever Banega (59'). Gol balasan Cile diciptakan oleh Jose Pedro Fuenzalida (93').

Messi akhirnya mendapatkan kesempatan mencicipi atmosfer pertandingan Copa America 2016 pada laga kedua melawan Panama di Soldiel Field, Chicago. Dia memang tak tampil sejak awal pertandingan, melainkan menjadi pemain pengganti dari Augusto Fernando pada menit ke-61.

Namun, Messi hanya butuh waktu tujuh menit saja untuk menciptakan gol pertamanya pada ajang ini. Gol perdana Messi sebenarnya tercipta melalui situasi yang agak aneh.

Sapu bersih bek Panama, Roderick Miller, mengenai wajah rekan Messi, Gonzalo Higuain. Bola muntah kemudian jatuh di kaki Messi. Pemain berusia 28 tahun itu lalu melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok kanan gawang yang gagal diselamatkan oleh kiper Jaime Penedo.

Lionel Messi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Panama, Sabtu (11/6/2016). (AFP)

Sepuluh menit berselang, gol kedua Messi pun lahir. Kali ini, pemain bernama lengkap Lionel Andres Messi itu melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok kiri gawang setelah mengelabui tiga pemain bertahan Panama.

Gol ketiga Messi tercipta secara spektakuler. Sang megabintang Barcelona itu melepaskan tembakan kaki kanan dari jarak sekitar 35 meter melalui situasi bola mati dan bersarang mulus di pojok kiri gawang.

Argentina akhirnya menutup laga dengan kemenangan telak 5-0. Dua gol Albiceleste lainnya diciptakan oleh Nicolas Otamendi (7') dan Sergio Aguero (90').

"Saya amat bersyukur dengan semua dukungan yang datang. Sangat menyenangkan rasanya bisa bermain di Copa America 2016, terlebih di depan publik. Saya amat bersyukur," ungkap Messi.

"Rasa sakit saya perlahan mulai hilang. Kemudian, saya berhasil mencetak gol pertama. Itu merupakan buah dari kerja sama tim. Pertandingan sangat ketat dan rumput kapangan amat tinggi. Agak berisiko memang. Tetapi, saya mendapatkan apa yang saya inginkan," ia menambahkan.

Rekor Baru:

Catatan hat-trick tersebut membuat Messi menjadi pemain cadangan kedua yang mampu menciptakan hat-trick pada ajang Copa America. Pemain sebelumnya yang mampu melakukannya adalah Paulo Valentim (Brasil) pada edisi 1959.

Tambahan tiga gol tersebut membuat Messi kini mengoleksi 53 gol bagi timnas Argentina. La Pulga semakin mendekati catatan rekor gol terbanyak sepanjang masa Albiceleste milik Gabriel Batistuta dengan 56 gol.

Atas dasar itu, situs Whoscored tak ragu memberikan nilai besar untuk aksi Messi di lapangan. Meski hanya bermain selama 29 menit, La Pulga mendapatkan nilai 9,5. Sementara itu, FIFA menobatkan Messi sebagai man of the match pada pertandingan ini.

Pada pertandingan tersebut, Messi tercatat melepaskan 12 umpan sukses dengan tingkat akurasi menjadi 86,7 persen. La Pulga memperoleh lima peluang, di mana tiga peluang menjadi gol.

"Pertandingan berjalan sengit, sampai kami mencetak gol kedua. Lionel Messi masuk dan merubah segalanya. Kami kurang dalam penyelesaian akhir dan spontanitas individual. Messi mampu menghadirkan itu," ungkap pelatih Argentina Gerardo Martino.

Wajar rasanya jika Messi tampil habis-habisan pada ajang Copa America 2016 Centenario ini. Pasalnya, La Pulga memiliki ambisi yang belum tercapai, yakni meraih gelar bersama timnas senior Argentina.

Tahun lalu, Lionel Messi sebenarnya nyaris mempersembahkan gelar Copa America 2015. Namun, Messi harus pulang dengan kepala tertunduk karena Argentina kalah dengan skor 1-4 melawan Cile pada partai final.

Kini, mampukah Lionel Messi mewujudkan ambisinya pada ajang Copa America kali ini?

Sumber: Berbagai Sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini