Kemenangan Jack Miller di MotoGP Assen Tak Mengubah Proyek Honda

oleh Erwin Fitriansyah diperbarui 28 Jun 2016, 14:30 WIB
Ekspresi kegembiraan Jack Miller seusai menjuarai MotoGP Assen di Belanda, Minggu (26/6/2016). (EPA/BAS CZERWINSKI)

Bola.com, Assen - Pebalap tim Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Jack Miller, membuat kejutan besar dengan menjuarai MotoGP Assen, Belanda, Minggu (26/6/2016). Ia menjadi pebalap tim satelit pertama yang menjadi juara MotoGP setelah Toni Elias (Fortuna Gresini Racing) yang menang di MotoGP Portugal 2006. 

Advertisement

Prestasi ini adalah yang pertama buat Miller. Sebelumnya, pencapaian terbaik pebalap asal Australia ini hanya berada di posisi 10 pada MotoGP Catalunya yang digelar dua pekan sebelum seri Assen dihelat.

Pebalap berusia 21 tahun itu tampil di MotoGP sejak musim lalu setelah mendapatkan kontrak dari Honda selama tiga tahun. Miller bisa dibilang memotong jalur karena langsung meloncat dari Moto3 ke MotoGP tanpa melewati ajang Moto2.

Pada musim pertama, Miller membalap untuk tim satelit Honda, LCR. Ia mengumpulkan 17 poin dan ada di urutan 19 klasemen akhir pebalap MotoGP. Musim 2016 Miller berganti tim ke Estrella Galicia 0,0 Marc VDS.

Bersama tim barunya ini Miller membuat kejutan besar kala menang di MotoGP Assen. Hanya saja, meski meraih sukses Miller tak lantas membuat Honda merevisi kontrak.

"Apa yang diraih Miller tak mengubah apapun karena ia dikontrak hingga akhir musim 2017. Proyek untuknya memang dibuat untuk waktu tiga tahun, sehingga kemenangan di Assen memang tak ada pengaruhnya buat kontrak," ucap bos tim Honda, Livio Suppo.

Meski begitu, Suppo tetap memuji penampilan Miller. Menurutnya, Miller telah memperlihatkan talenta yang sebenarnya.

"Kemenangan itu menjadi titik awal untuk membantu rasa percaya diri Miller. Kami melihat talenta yang ada di dirinya masih ada. Tak mungkin bisa meraih kemenangan itu tanpa talenta. Hanya saja, ia tetap harus mengembangkan hal itu," ujar Suppo.

Jack Miller menang di MotoGP Assen setelah melalui lomba yang penuh dengan drama akibat hujan yang mengguyur trek dan lomba sempat dihentikan. Sejumlah pebalap, termasuk Valentino Rossi, terjatuh dan gagal melanjutkan lomba.