Cerita 2 Balapan Terburuk Lorenzo di MotoGP Assen

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 29 Jun 2016, 08:45 WIB
Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, memiliki dua kenangan buruk soal balapan MotoGP Assen. (EPA/EDDY LEMAISTRE)

Bola.com, Assen - Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, hanya finis di urutan ke-10 pada balapan MotoGPAssen, Minggu (26/6/2016). Hasil itu sangat buruk mengingat kualitas motor Yamaha sebenarnya lebih baik dibanding pabrikan lain.

Advertisement

Seusai balapan, Lorenzo bahkan mengaku sempat berpikir untuk mundur di tengah-tengah lomba karena merasa sangat tak kompetitif dibanding para rival. Namun, apa yang tersaji tiga hari lalu bukan satu-satunya balapan buruk yang dialami X-Fuera di Sirkuit Assen.

Dua tahun lalu, Lorenzo juga tampil sangat buruk di sirkuit yang dijuluki Katedral tersebut. X-Fuera saat itu bahkan melabelinya sebagai race terburuk sepanjang kariernya. Seperti apa ceritanya?

Inilah 2 balapan terburuk Lorenzo di Sirkuit Assen:

MotoGP Assen 2016

Tanda-tanda keterpurukan Lorenzo pada seri balapan MotoGP Assen 2016 sudah terlihat sejak free practice (FP) atau latihan bebas. Pada FP1, pebalap asal Spanyol itu hanya berada di posisi keenam, kemudian naik dua level ke urutan ke-4 pada FP2.

Memasuki FP3, Lorenzo malah kembali terpuruk, hanya menempati posisi ke-10. Situasi tak membaik pada sesi kualifikasi, kali ini X-Fuera harus menerima kenyataan start pada urutan ke-11.

Pada saat lomba yang berlangsung di bawah guyuran hujan, posisi Lorenzo melorot ke urutan ke-19. Beruntung, balapan akhirnya dihentikan sementara karena hujan semakin deras.

Lorenzo mampu memperbaiki posisi seusai restart dan akhirnya finis di urutan ke-10. Sayangnya, itu terjadi bukan karena Lorenzo tampil lebih kompetitif, tapi akibat banyak pebalap di depannya mengalami crash. Saking frustrasinya, Lorenzo mengaku sempat berpikir mundur di tengah-tengah balapan.

“Saya mungkin terlamban dibanding balapan-balapan sebelumnya, terutama ketika hujan turun sangat deras. Saya semakin lamban dan lamban. Saya merasa tak aman, saya tak bisa melihat dengan baik dan supaya tak terjatuh, saya harus melambat. Saya pebalap terakhir, sangat jauh dari pebalap yang ada di depan. Saya sempat berpikir masuk pits karena berada di posisi ke-19 dan tak mungkin dapat poin,” kata Lorenzo, seperti dilansir Motorsport.

2 dari 2 halaman

1

Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo. (AFP)

MotoGP Assen 2014

Seusai merampungkan balapan di Sirkuit Assen pada 28 Juni 2014, Jorge Lorenzo meminta maaf kepada timnya. Saat itu, dia mendeskripsikan performa di Assen sebagai balapan terburuknya sepanjang masa. Hampir sepanjang balapan, X-Fuera hanya mampu bersaing di luar urutan 10 besar.

Lorenzo hanya mampu finis di urutan ke-13 pada balapan itu, bahkan sempat melorot ke urutan 17 gara-gara harus melalukan pit stop untuk mengganti ban yang licin. Lorenzo juga terlalu lama bertahan dengan ban basah dalam kondisi lintasan yang mengering.
Akibatnya, Lorenzo, defisit lebih dari satu menit di belakang Marc Marquez yang finis pertama. X-Fuera pun menumpahkan rasa frustrasinya seusai balapan.  

“Saya harus mengatakan motor tak bekerja dengan baik dalam kondisi basah dan kering. Saya hanya mengalami balapan buruk sebagai seorang rider,” ujar Lorenzo, seperti dilansir Autosport.

“Kepercayaan diri saya tak bagus. Saya tak ingin kecelakaan seperti tahun lalu. Saya tak punya cukup potensi seperti pebalap lain untuk melaju cepat, ini balapan yang buruk. Saya ingin meminta maaf kepada tim saya, para teknisi, dan fans karena mereka telah melakukan yang terbaik, tapi hari jelas balapan terburuk saya,” imbuh Lorenzo. 

"Dalam kondisi (lintasan) kering saya percaya diri dan tak takut terjatuh. Tapi, ketika trek basah, mungkin saya dihantui memori tahun lalu (saat terjatuh dan cedera). Pada masa mendatang, jika hal seperti ini terjadi lagi, saya berharap bisa lebih percaya diri dan tak takut crash," beber pebalap andalan Yamaha itu.