Wales Bersinar, Ini Rapor 10 Negara Debutan di Piala Eropa

oleh Aditya Wicaksono diperbarui 02 Jul 2016, 16:10 WIB
Berbagai tim debutan pada ajang Piala Eropa. (AFP)

Bola.com, Paris - Timnas Wales menunjukkan performa luar biasa ketika sukses menyingkirkan salah satu negara unggulan pada Piala Eropa 2016, yaitu Belgia. Berstatus sebagai negara debutan, Wales tidak mencanangkan target muluk. Namun, The Dragons mampu membuat kejutan dengan mendapatkan tiket ke babak semifinal.

Advertisement

Bertanding di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, Jumat (1/7/2016), Wales tertinggal lebih dulu melalui gol Radja Nainggolan pada menit ke-13. Namun, Wales mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-31 melalui aksi Ashley Williams.

Wales bangkit pada babak kedua dan menciptakan dua gol tambahan. Hall Robson-Kanu membawa Wales berbalik unggul 2-1 pada menit ke-55. Kemenangan 3-1 The Dragons dipastikan melalui gol Sam Vokes empat menit menjelang pertandingan usai.

Seperti dilansir UEFA, Wales sepanjang laga memiliki 48 persen penguasaan bola. The Dragons total membuat 422 umpan dengan tingkat akurasi mencapai angka 88 persen. Wales 10 kali mengancam gawang Belgia. Adapun, Belgia memiliki tujuh peluang.

Keberhasilan menginjak babak semifinal disambut gembira sekaligus haru oleh para pemain Wales. Bahkan, Ashley Williams hingga tak kuasa untuk menahan air mata.

Wajar rasanya jika para pemain larut dalam kegembiraan yang luar biasa mengingat ini adalah pentas internasional kedua Wales setelah Piala Dunia 1958. Setelah 58 tahun hanya menjadi penonton di turnamen besar dunia, kini Wales bisa kembali bermimpi untuk mencetak sejarah yang lebih indah untuk para suporternya.

Lantas, bagaimana dengan pencapaian negara-negara debutan pada Piala Eropa sebelumnya? Berikut uraiannya:

1. Piala Eropa 2016 - Swiss, Turki, Kroasia, dan Bulgaria

Para tim debutan pada ajang Piala Eropa

Piala Eropa 2016 yang berlangsung di Inggris diikuti oleh empat negara debutan, yaitu Swiss, Turki, Kroasia, dan Bulgaria. Prestasi negara debutan terbaik diraih oleh Kroasia yang sukses menembus babak delapan besar.

Kroasia yang bertanding melawan Jerman pada perempat final sukses membuat Jerman kerepotan. Gol dari Matthias Sammer memastikan kemenangan Jerman atas Kroasia dengan skor 2-1.

Turki, Swiss dan Bulgaria gagal melangkah dari fase grup. Turki menjadi tim dengan catatan terburuk setelah gagal mencetak satu gol pun pada turnamen debutnya.

2. Piala Eropa 2000 - Norwegia dan Slovenia

Berbagai tim debutan pada ajang Piala Eropa. (AFP)

Piala Eropa 2000 diadakan di Belanda dan Belgia. Turnamen kali ini menyertakan dua negara debutan yaitu Norwegia dan Slovenia. Keduanya tergabung di Grup C bersama Spanyol dan Yugoslavia.

Norwegia dan Slovenia sama-sama gagal melangkah ke fase knock-out. Norwegia tampil sebagai debutan terbaik setelah mengalahkan Spanyol.

3. Piala Eropa 2004 - Latvia

Berbagai tim debutan pada ajang Piala Eropa. (AFP)

Latvia menjadi satu-satunya negara debutan yang tampil pada Piala Eropa 2004 di Portugal. Pada saat itu, Latvia menempati Grup D bersama Ceska, Belanda, dan Jerman. Latvia mengakhiri fase grup sebagai juru kunci Grup D, namun mereka mengamankan satu poin dari hasil imbang ketika melawan Jerman.

4. Piala Eropa 2008 - Austria dan Polandia

Berbagai tim daebutan pada ajang Piala Eropa. (AFP)

Piala Eropa 2008 diadakan di dua negara, yaitu Austria dan Swiss. Keberhasilan Austria menjadi tuan rumah membuat mereka mencatatkan penampilan pertamanya pada ajang Piala Eropa. Selain Austria, Polandia juga mencatatkan partisipasi perdananya pada putaran final Piala Eropa.

Kedua negara debutan tersebut berada di Grup B bersama Kroasia dan Jerman. Austria dan Polandia sama-sama gagal melangkah ke fase knock-out setelah hanya mengoleksi satu poin.

5. Piala Eropa 2012 - Ukraina

Berbagai tim debutan pada ajang Piala Eropa. (AFP)

Format dua tuan rumah kembali terjadi pada Piala Eropa 2012, yang diadakan di Polandia dan Ukraina. Berstatus sebagai tuan rumah, Ukraina menempati Grup D bersama Inggris, Prancis, dan Swedia.

Ukraina yang ketika itu masih diperkuat oleh Andriy Shevchenko, memulai turnamen dengan hasil kemenangan atas Swedia. Namun Ukraina kalah dalam dua laga sisa dan gagal melaju ke fase knock-out.

 

Sumber: Berbagai Sumber