Jelang Portugal Vs Wales: Renato Sanches Dapat Pujian dari Lawan

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 06 Jul 2016, 12:38 WIB
Aksi gelandang Renato Sanches pada sesi latihan Timnas Portugal di Centre National de Rugby, Marcoussis (3/7/2016). Sanches semakin mendapat perhatian setelah tampil brilian kala Portugal memulangkan Polandia. (Reuters/Gonzalo Fuentes)

Bola.com, Lyon - Bagi Pelatih Timnas Wales, Chris Coleman, pertemuan kontra Portugal pada laga semifinal Piala Eropa 2016, di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, Rabu (6/7/2016) atau Kamis (7/7/2016) dini hari WIB, tak semata Gareth Bale kontra Cristiano Ronaldo. Ia justru menyebut pertarungan sengit akan terjadi di area lini tengah.

Sejak awal turnamen, Pelatih Portugal, Fernando Santos lebih banyak memasang Cristiano Ronaldo sebagai target man, yang didampingi Nani. Sedangkan Bale masih beroperasi pada zona kebiasaannya, yakni menyisir dari sayap lalu melakukan penetrasi via dribel ataupun tembakan jarak jauh.

Advertisement

Menurut Coleman, dua kondisi tersebut membuat lawan dengan mudah membaca aliran bola. Walhasil, dirinya justru melihat pertarungan seru akan terjadi di area tengah. Ia mahfum, skuatnya tanpa Aaron Ramsey, yang membuat gelandang lawan bisa bergerak bebas. "Apalagi mereka punya Renato Sanches," tegas sang nakhoda, seperti dirilis Football365.

Pada situ UEFA, Coleman mengakui potensi dan masa depan Sanches yang sangat besar. "Dia punya segalanya untuk menjadi gelandang hebat. Fisik oke, determinasi tinggi dan saya pikir dia punya kepercayaan diri sangat tinggi, yang berarti punya mental kuat. Dia membuatku khawatir," katanya.

Bek tengah Wales, Ashley Williams mengakui pergerakan Sanches masih sulit ditebak. Hal itu membuat pemuda berusia 18 tahun ini bakal mendapat atensi lebih dari lini pertahanan Wales. Pada sisi lain, negara asal Britania Raya tersebut sudah menyiapkan 'benturan lembut' saat bersua Portugal.

"Kami tak ingin gegabah, apalagi kualitas Sanches secara eksplisit sangat bagus. Sekarang, kami harus fokus untuk membendungnya, lalu melakukan serangan balik," ujar Williams.

Renato Sanches mencetak rekor baru dalam urusan usia saat mencetak gol untuk negaranya pada ajang Piala Eropa. Ia menuai gol debut pada usia 18 tahun dan 10 bulan, dan mencetak sejarah baru sebagai pemain termuda yang mampu menancapkan namanya di papan skor. "Intinya, kami tak boleh lengah dan membiarkan mereka mengurung," tegas Coleman.

Tugas berat bagi lini tengah Wales. Mereka bakal merumput tanpa jasa Aaron Ramsey. Colemah diprediksi bakal mengadopsi lima gelandang. Secara implisit, Coleman menyiapkan lima pemain untuj format baru, yakni Jonny Williams, Chris Gunter, Joe Ledley, Neil Taylor dan Joe Allen.

Secara sejarah, Portugal memiliki kemampuan untuk menumbangkan Wales. Mereka tak terkalahkan dalma 12 laga terakhir di bawah naungan Pelatih Fernando Santos. Portugal berhasil melangkah untuk kali kelima berada di area semifinal.

Pelatih Portugal, Fernando Santos mengungkapkan, armadanya sudah siap tempur. Setidaknya, peran lini tengah diprediksi bakal menjadi penentu. "Wales terkenal ulet, sementara kami unggul secara individu, dan mengeksploitasi di sisi itu yang harus dilakukan," tegasnya.