Alasan Manajemen Persegres GU Tak Menuntut Liestiadi Berlebihan

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 15 Jul 2016, 19:15 WIB
Liestiadi, Gresik United. (Bola.co/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Gresik - Hingga pekan ke-9 Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo, penampilan Persegres Gresik United belum stabil. Buktinya, pada empat pertandingan terakhir, Agus Indra cs dua kali mengalahkan tim raksasa, Sriwijaya FC (di pekan ke-6) dan Persib (8) dengan skor identik, 2-1, namun dua kali pula kalah dengan margin besar.

Kekalahan terbesar mereka derita ketika dibantai 0-5 oleh Pusamania Borneo FC di pekan ke-7, dan 3-5 oleh Persiba Balikpapan (9). Kekalahan ini menggambarkan betapa rapuhnya tim berjulukan Laskar Joko Samudro itu.

Kendati begitu, posisi pelatih Persegres Gresik United Liestiadi masih aman. Pasalnya, terlepas saat ini Persegres Gresik United saat menjadi tim yang paling banyak kebobolan (19 gol), posisi Persegres GU di klasemen sementara masih sesuai dengan harapan manajemen.

Advertisement

Sebagai perbandingan, posisi Agus Indra dkk. di klasemen sementara masih lebih baik dibanding PSM Makassar (peringkat 16 dengan 7 poin) yang dihuni pemain berbandrol menengah, dan setara dengan dua tim besar macam Barito Putera dan Persija yang sama-sama mengemas 11 poin.

Ada beberapa pertimbangan manajemen tak mau mengusik posisi Liestiadi. Selain prestasi Persegres Gresik United yang tak mengecewakan, tidak adanya degradasi di akhir musim menjadi alasan mereka tetap mengelus Liestiadi.

“Kami harus realistis, tim ini dibangun dengan dana yang minim. Materi kami mayoritas pemain muda yang belum memiliki jam terbang tinggi. Apalagi sejauh ini Coach Liestiadi sudah memberikan yang terbaik bagi tim ini,” jelas Bagoes Cahyo Yuwono, manajer Persegres Gresik United.

Sementara itu, Media officer Persegres Gresik United Sahlul Fahmi tak mau menyebutkan besaran gaji tertinggi dan terendah. Ia hanya menyatakan bahwa ada pemain yang menerima gaji di bawah Rp 5 juta. Namun ia tak bersedia menyebutkan nama pemain tersebut. “Yang pasti pemain muda,” katanya.

Baginya, dengan dana seminim itu sangat tidak fair jika pelatih dijadikan kambing hitam atas seretnya perolehan poin Persegres Gresik United akhir-akhir ini. “Kami harus sadari, dengan dana seminim itu pelatih hanya bisa menadapatkan pemain-pemain berharga murah. Tapi ingat, sejauh ini capaian kami tidak murahan,” kata Sahlul.