Ini Kunci Sukses Kemenangan Dani Pedrosa di MotoGP San Marino

oleh Erwin Fitriansyah diperbarui 15 Sep 2016, 10:30 WIB
Ekspresi pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, setelah finis pertama MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (11/9/2016). (AFP/Gabriel Bouys)

Bola.com, Jakarta Pebalap tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, secara meyakinkan menang pada MotoGP San Marino akhir pekan lalu. Pedrosa yang start dari posisi delapan menyusul para rival seperti duet Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, dan rekan setimnya, Marc Marquez, untuk meraih podium tertinggi di sirkuit Misano.

Advertisement

Sebelum menang di Misano, Pedrosa sempat mengalami masa sulit. Ia tidak naik podium pada lima balapan terakhir. Rider berusia 30 tahun itu hanya berada di peringkat empat klasemen sementara MotoGP.

Namun semua keraguan dan masa suram itu sirna saat Pedrosa finis terdepan di Misano. Yang unik, keberhasilan itu diraih Pedrosa tanpa perubahan ekstrim pada motornya.

"Tidak ada perangkat baru yang dipakai. Pada tes di Brno, kami memiliki sasi yang berbeda dan sejumlah perangkat baru. Kami mencoba semuanya, namun pada akhirnya kami kembali pada apa yang kini sudah kami pakai," ujar Pedrosa seperti dikutip autosport.

Usai MotoGP Ceska di sirkuit Brno, bulan lalu, sejumlah pebalap dan tim melakukan tes resmi. Valentino Rossi adalah salah satu rider yang memutuskan untuk memakai sasis baru setelah tes tersebut. Namun pebalap seperti Pedrosa memilih untuk tetap memakai sasis serta perangkat lama.

"Kami hanya mencoba setelan yang berbeda di perangkat lama. Setelan itu lebih saya sukai, namun tak semuanya sudah cocok buat saya," lanjut pebalap Spanyol itu.

Meski masih merasa ada yang kurang pas, Pedrosa tetap memilih perangkat lama. Alasannya, setelan dengan perangkat lama tersebut tetap selangkah lebih maju ketimbang perangkat baru.

Satu hal lagi yang jadi kunci kemenangan Pedrosa adalah pemilihan ban. Ia tak banyak mengubah pilihan ban di MotoGP San Marino.

"Setelah merasa lebih baik dengan ban, kami tak mengubahnya lagi di lomba berikut. Saya mulai mencoba untuk memahami karakter ban itu," ujar Pedrosa.