PON 2016: Fitriani Rebut Emas dengan Rekor Sempurna

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 28 Sep 2016, 17:24 WIB
Pemain pelatnas PBSI, Fitriani, sukses meraih medali emas di cabang bulutangkis nomor tunggal putri PON Jabar 2016. (Humas PBSI)

Bola.com, Cirebon - Pebulutangkis DKI Jakarta, Fitriani, menyabet medali emas bulutangkis nomor tunggal putri PON 2016 dengan mengalahkan seniornya di Pelatnas Cipayung sekaligus pemain andalan Jawa Barat, Hanna Ramadini, dua gim langsung 24-22, 21-12. Kemenangan Fitriani sangat istimewa karena menggenapi prestasi apiknya yang selalu menang sepanjang berlaga di PON 2016, di nomor perorangan maupun beregu.

Advertisement

Bertanding melawan andalan tuan rumah pada final di GOR Bima, Cirebon, Rabu (28/9/2016), Fitri bukan hanya menghadapi tekanan dari Hanna. Dia juga harus menghadapi tekanan besar dari suporter yang memberikan dukungan penuh kepada Hanna.

Meskipun terlihat tegang di awal gim pertama, Fitriani perlahan makin percaya diri. Pertandingan pun berjalan ketat karena kedua pemain bergantian memimpin perolehan poin. Saat interval, Fitriani unggul 11-10.

Namun, setelah itu Fitriani sempat lengah. Dia kerap melakukan kesalahan sendiri seperti netting yang tak sempurna atau pengembalian shuttlecock yang terlalu melebar. Alhasil, Hanna mampu gantian memimpin jauh 20-15.

Pada saat kritis inilah, Fitriani memperlihatkan mental juara. Dia tak membiarkan Hanna merampungkan gim pertama ini. Dengan sangat ulet Fitriani mengambil alih kendali pertandingan hingga membuat Hanna frustrasi. Hasilnya, Fitriani mampu merebut lima poin beruntun hingga terjadi deuce. Saat itu pebulutangkis unggulan pertama tersebut sudah di atas angin. Gim ini akhirnya dimenangi Fitriani dengan skor 24-22.

Kemenangan dramatis di gim pertama itu membuat Fitriani semakin percaya diri. Sebaliknya, Hanna tampak tertekan. Kondisi tersebut dimanfaatkan Fitriani untuk terus menekan sang lawan yang terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri. Dukungan suporter di GOR Bima juga tak mampu mengangkat moral Hanna. Gim ini dimenangi Fitri dengan skor telak 21-12.

"Tadi saat tertinggal 15-20, saya bertekad mengejar dan jangan sampai kalah. Kalau saya kalah, Kak Hanna pasti tambah semangat, tapi kalau saya bisa mengejar, Kak Hanna pasti agak down," ujar Fitriani membeberkan kunci kemenangan kepada wartawan seusai pertandingan.

Fitriani mengaku pada awalnya sangat tegang karena Hanna mendapat dukungan penuh suporter di GOR Bima. Dia berusaha menyemangati diri sendiri untuk menghilangan ketegangan."Saya teriak-teriak saja biar tidak tegang. Saya juga bilang pada diri sendiri 'Ayo Fit jangan mau kalah dengan keadaan. Syukurah bisa menang," beber atlet penghuni Pelatnas Cipayung ini.

"Saya juga senang bisa memberikan yang terbaik selama PON (tak pernah kalah). Emas ini buat orang tua dan DKI," imbuhnya.

Sementara itu, Hanna terlihat sangat kecewa dengan kekalahan tersebut. Namun, dengan berbesar hati dia memberikan selamat kepada sang rival, Fitriani.

"Hari ini memang bukan rezeki saya. Kalau rezeki saya, pasti saya bisa menang pas skor 20-15 pada gim pertama tadi," ujar Hanna.