Lewis Hamilton Akui F1 GP 2016 Lebih Berat

oleh Andhika Putra diperbarui 05 Okt 2016, 10:15 WIB
Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, mengalami kegagalan mesin di GP Malaysia.

Bola.com, Jakarta - Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, mengakui bahwa musim balap F1 2016 ini merupakan yang terberat di sepanjang kariernya. Banyak cobaan yang harus dilalui pebalap asal Inggris itu dan terkadang mematahkan semangatnya.

Hamilton bernasib apes pada balapan F1 GP Malaysia akhir pekan lalu. Sudah unggul 22 detik dari pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo, di posisi pertama, mobil Mercedes yang dia kendarai justru terbakar karena mengalami kegagalan mesin.

Advertisement

Insiden itu membuat Hamilton tak bisa melanjutkan balapan dan membuat selisih poinnya dengan Nico Rosberg di papan klasemen kian melebar. Pebalap berusia 31 tahun itu kini terpaut 23 poin dari Rosberg yang menghuni posisi puncak.

Berbagai rintangan yang datang coba dihadapi dengan tabah oleh Hamilton. Tiga kali juara dunia F1 itu berusaha fokus agar semangatnya tak menurun jelang berakhirnya musim balap 2016.

"Rintangan yang saya hadapi musim ini benar-benar berat. Saya mencoba menganggap ini sebagai bagian dari cobaan agar semangat tak turun di sisa musim ini, jadi saya tak akan menyerah dan tetap akan mengangkat kepala tinggi-tinggi apapun yang akan terjadi nantinya," ujar Hamilton dikutip dari Motorsport, Selasa (4/10/2016).

Cobaan berat yang dihadapi Hamilton musim ini tak hanya dirasakan oleh dirinya seorang. Tapi seluruh kru yang bekerja sama dengannya juga merasakan hal yang sama. Oleh karena itu Hamilton sebisa mungkin akan bangkit agar kesedihan di garasinya tak lagi terasa.

"Kesedihan akibat insiden itu tak hanya saya yang merasakan, tapi seluruh kru yang berada di garasi merasakan hal yang sama. Saya melihat genangan air di mata mereka, jadi saya rasa kami menanggung beban yang sama saat ini," sambungnya.

"Masih ada kesempatan di lima seri terakhir, kami harus bertahan sebisa mungkin. Jika keadaan memang tak membaik dalam waktu dekat, kami tetap tak boleh menundukkan kepala."

Peluang Hamilton untuk mempertahankan gelar juara dunianya memang masih terbuka lebar. Masih ada lima seri balapan terakhir yang akan berlangsung di Jepang, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Abu Dhabi yang menjadi seri pamungkas.

Tertinggal 23 poin tentu bukan jarak yang begitu lebar antara Hamilton dan Rosberg. Keduanya akan kembali bertarung akhir pekan ini di F1 GP Jepang.