ISC B: Gerendel Perserang buat Pelatih di Grup C Frustrasi

oleh Gatot Susetyo diperbarui 10 Okt 2016, 11:15 WIB
Perserang tampil sebagai kuda hitam di babak 16 besar ISC B. (Bola.com/Robby Firly)

Bola.com, Kediri - Perserang Serang jadi kuda hitam di babak 16 besar Grup C ISC B 2016. Melakoni fase ini dengan krisis finansial, klub berjulukan Singandru ini sukses pada dua laga awalnya.

Yang menarik, Mustapha Aji dkk. meraup empat poin saat tandang ke markas dua tim unggulan, Persik Kediri dan Celebest FC.

Persik ditahan tanpa gol di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, 1 Oktober 2016. Sementara Celebest FC dipermalukan 0-2 di Stadion Gawalise, Palu, Minggu (9/10/2016).

Total Perserang mengemas empat poin dan tampil sebagai runner-up di klasemen sementara Grup C di bawah Martapura FC yang mengoleksi enam poin. Apa resep Perserang?

"Kuncinya kebersamaan dan merasa senasib. Ada beberapa pemain yang punya hubungan darah. Saya sendiri punya keponakan di tim Perserang," kata Babay Karnawi, manajer Perserang.

Secara teknis, sebenarnya permainan Perserang dianggap biasa-biasa saja. Namun, mereka punya disiplin dan bisa menerapkan strategi di lapangan. Ini diakui pelatih Persik Kas Hartadi dan Rudy Eka Priyambada (Celebest FC).

Advertisement

Pada dua laga tandangnya, Perserang bermain efektif. Mereka menerapkan permainan bertahan dengan sistem gerendel yang sangat sulit ditembus penyerang Persik dan Celebest FC.

"Mereka parkir bus di pertahanan. Cara ini sah-sah saja dilakukan, karena Perserang ingin dapat poin. Tapi, sistem ini membuat pemain saya frustrasi," kata Kas Hartadi.

"Mereka sabar menunggu di belakang. Pemain Celebest FC sudah melakukan berbagai cara untuk menembus pertahanan Perserang. Tapi, mereka disiplin dan tidak terpancing untuk keluar. Kami kena dua serangan balik yang berbuah gol," timpal Rudy Eka Priyambada.

Strategi ini, menurut Babay Karnawi, sengaja dilakukan karena mereka main di kandang orang. Dia juga tahu punya senjata pamungkas dengan mengandalkan kecepatan pemain mudanya di saat lawan lengah.

"Permainan seperti ini memang tak menarik ditonton. Tapi, kami punya misi sendiri di pertandingan. Kami mengejar poin, bukan main cantik. Sepak bola tujuan akhirnya gol, bukan aksi-aksi individu," kata Babay.

Dengan modal empat poin dan sisa tiga jatah kandang, Babay Karnawi kini berani pasang target lolos ke babak 8 besar ISC B.

"Kami sudah punya modal untuk lolos. Asal tak besar kepala, saya yakin Perserang bisa lolos ke babak selanjutnya. Saya berterima kasih kepada pemain yang tetap loyal, meski tim ini krisis finansial," ujar Babay.