Slamet Nurcahyo: MU Tak Akan Goyah meski Digoyang Pesaing

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 19 Okt 2016, 21:15 WIB
Pemain Madura United, Slamet Nurcahyo, buka-bukaan perihal kondisi terkini tim yang terus mendapat tekanan dari pesaing di TSC. (Bola.com/Fahrizal Arnas/Adreanus Titus)

Bola.com, Bangkalan - Hingga pekan ke-24 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, performa Madura United terbilang stabil.

Sesekali mengendur dan terpuruk, tetapi tim berjulukan Laskar Sape Kerrab dengan cepat bangkit dan kembali ke jalur juara. Kini mereka masih memimpin klasemen sementara dengan torehan 14 kemenangan, enam kali seri, dan empat kali tumbang.

Madura United juga memegang rekor dengan memuncaki klasemen sementara terlama di TSC 2016, yakni 12 pekan, terhitung dari pekan ke-14 saat mereka untuk kali pertama merebut puncak klasemen sementara dari Arema Cronus.

Advertisement

Sejumlah pihak memprediksi sampai TSC 2016 tuntas, yakni 10 pertandingan lagi, mereka masih sanggup bermain secara spartan.

Salah satu pemain kunci Madura United, Slamet Nurcahyo, buka rahasia keberhasilan mereka sejauh ini serta peluang Sape Kerrab menjuarai TSC 2016. Berikut penuturan Slamet pada Bola.com.

Apa yang menyebabkan Madura United bisa tampil stabil sampai sekarang?
Kebersamaan, kekeluargaan, dan bekerja keras. Semua elemen di tim ini selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk tim. Pemain berlatih keras dan bermain dengan totalitas.

Sementara manajemen menyiapkan semua kebutuhan tim dan memastikan hak pemain serta seluruh komponen tim terpenuhi sehingga suasana tim selalu kondusif.

Bagaimana dengan tekanan yang dilakukan para pesaing?
Cukup berat, tapi kami selalu berusaha tidak memikirkan hal itu. Kami mencoba untuk selalu fokus pada tim sendiri sehingga di saat tekanan yang mereka berikan datang, kami tetap tidak goyah.

Arema Cronus terus menempel, Persipura juga pelan-pelan mendekat. Apakah hal itu memengaruhi mentalitas tim ini?
Saya rasa tidak. Berkali-kali tim di bawah kami membayangi. Tapi, kami selalu bisa menjaga jarak. Ini menunjukkan mental kami tidak terganggu meski para rival berusaha menggoyang kenyamanan kami.

Dari semua tim-tim pesaing, siapa yang menjadi rival terberat Madura United?
Tim-tim tradisional macam Arema Cronus, Persipura Jayapura, dan Sriwijaya FC. Mereka tim-tim bagus didukung materi pemain berkualitas hampir di semua lini. Ketiga tim ini belum pernah kami kalahkan di TSC 2016.

Bagaimana peran CEO Madura United Achsanul Qosasi dan manajer Haruna Soemitro dalam menjaga stabilitas tim?
Kedua petinggi Madura United punya peran paling besar dalam membangun tim ini bisa sekukuh sekarang. Mereka berdua orang di belakang layar yang memberikan suntikan motivasi cukup besar pada kami. Di saat kami terjatuh, mereka orang pertama yang membangkitkan semangat kami.

Menurut Anda bagaimana kualitas individu dalam tim?
Cukup mumpuni. Hampir semua pemain yang mengisi setiap lini tim ini memiliki kualitas bagus. Memang di awal musim masih ada beberapa pemain yang kurang bagus, tapi semakin banyak pertandingan yang mereka jalani, mereka semakin matang, baik dari sisik teknik bermain maupun mental.

Bagaimana peluang Madura United menjuarai TSC 2016?
Cukup besar karena sampai saat ini kami masih stabil. Tidak ada penurunan dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Bahkan saat bermain seri dengan Bali United, kami menunjukkan mental juara. Di mana kami tetap bermain menyerang meski tampil di kandang lawan.

Selama kami dalam kondisi seperti sekarang, saya optimistis gelar juara di akhir musim menjadi milik Madura United.