Pemerintah Serahkan Bonus Olimpiade dan Paralimpiade 2016

oleh Oka Akhsan diperbarui 02 Nov 2016, 13:45 WIB
Pemerintah menyerahkan bonus kepada atlet peraih medali Olimpiade dan Paralimpiade 2016 plus pelatih dalam acara seremonial di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/11/2016). (Kemenpora)

Bola.com, Cibubur - Pemerintah akhirnya memenuhi janji menyerahkan bonus Olimpiade dan Paralimpiade 2016 pada Rabu (2/11/2016). Acara seremonial pemberian apresiasi dilakukan di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur.

Advertisement

Total ada lima atlet yang mendapatkan bonus dari pemerintah. Mereka adalah pebulutangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, lifter Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani, serta atlet angkat berat Ni Nengah Widiasih.

Tontowi dan Liliyana mendapat bonus terbesar senilai Rp 5 miliar karena berhasil merebut medali emas nomor ganda campuran. Eko dan Sri Wahyuni yang mempersembahkan medali perak masing-masing menerima Rp 2 miliar. Sementara itu, Ni Nengah berhak atas bonus sebesar Rp 1 miliar usai meraih medali perunggu pada Paralimpiade 2016.

Pelatih yang membawa anak asuhnya meraih medali di Olimpiade dan Paralimpiade 2016 juga kecipratan bonus. Richard Mainaky (pelatih Tontowi/Liliyana) memperoleh Rp 2 miliar, Dirja Wihardja (pelatih Eko) dan Supeni (pelatih Sri Wahyuni) masing masing menerima Rp 800 juta, sedangkan Coni Ruswanto (pelatih Ni Nengah) kebagian Rp 400 juta.

"Bonus untuk atlet dan pelatih langsung dikirim ke rekening masing-masing tanpa ada potongan karena pajaknya sudah ditanggung oleh negara. Selain itu, bonus ini juga belum terhitung tunjangan hari tua," kata Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga merangkap Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, dalam rilis yang diterima Bola.com.

Menpora Imam Nahrawi meminta maaf kepada atlet dan pelatih yang harus menunggu cukup lama untuk menerima bonus. Imam mengatakan, penundaan tersebut semata-mata karena harus mengikuti proses administrasi.

"Bonus Olimpiade dan Paralimpiade ini dari uang negara, jadi kami harus berhati-hati. Yang terpenting kami sudah membuktikan bahwa pemerintah tak cuma PHP (Pemberi Harapan Palsu). Negara sudah memenuhi janjinya, kini tugas kalian untuk meraih prestasi yang lebih banyak lagi," ujar Imam.