Senjata Mematikan Indonesia di Semifinal Piala AFF Versi Raja Isa

oleh Abdi Satria diperbarui 28 Nov 2016, 13:15 WIB

Bola.com, Makassar - Timnas Indonesia dinilai mampu melewati adangan Vietnam di semifinal Piala AFF 2016. Caranya, pelatih Alfred Riedl disarankan tetap mengoptimalkan kelebihan Indonesia dalam melakukan serangan balik yang mematikan.

"Saya berharap Indonesia tidak bermain terbuka saat melawan Vietnam. Kreativitas permainan Vietnam masih di bawah Indonesia. Kelebihan mereka adalah sanggup bermain dengan tempo tinggi sepanjang pertandingan," ujar Raja Isa, mantan pelatih Persipura dan PSM Makassar kepada Bola.com, Senin (28/11/2016).

Menurut Raja Isa, Indonesia lebih beruntung punya deretan penyerang yang cepat dan punya naluri mencetak gol seperti Boaz Solossa, Andik Vermansah, Ferdinand Sinaga, dan Zulham Zamrun. "Tinggal lihat kondisi terakhir mereka untuk menentukan formasi starter," papar Raja.

Advertisement

Sebaliknya, Vietnam lebih banyak mengandalkan kapten Le Cong Vinh untuk mengacaukan pertahanan lawan. "Sepanjang pengamatan saya, lini belakang Indonesia dan Vietnam berimbang. Artinya, Indonesia punya potensi mengalahkan Vietnam karena mereka kerap kesulitan mengalahkan tim yang mengandalkan serangan balik," papar Raja.

Di lain pihak, Raja menilai penampilan Vietnam sudah mencapai puncak di penyisihan grup. Sebaliknya, Indonesia justru mengalami tren menanjak.

Secara khusus Raja menyoroti juga kinerja duet Yanto Basna-Fachrudin Aryanto pada tiga laga penyisihan grup. Menurutnya, penampilan duet ini akan semakin berkembang dengan seringnya tampil bersama.

Penonton Gila

 

Absennya duet ini pada pertemuan pertama semifinal, tidak terlalu dipermasalahkan Raja. Dia yakin Alfred Riedl sebagai pelatih sudah memikirkan antisipasinya.

"Masih ada Gunawan Dwi Cahyo, Hansamu Yama, dan Manahati Lestusen. Sebagai pelatih yang pernah melatih Vietnam, saya tahu Riedl punya cara khusus utuk meredam Vietnam," jelas Raja yang mengambil lisensi A-Pro AFC di Vietnam ini.

Di luar faktor teknis, Raja juga menyarankan Timnas Indonesia menggunakan stadion yang berpotensi mendatangkan banyak penonton. "Di Stadion Manahan, Solo, juga bagus karena penonton timnas sangat banyak di sana. Stadion Manguwoharjo, Sleman, juga layak," paparnya.

Kesan stadion membeludak dan yel-yel aktraktif dari suporter di mata Raja bisa senjata pamungkas buat Indonesia. Pasalnya, rata-rata pemain Vietnam sulit melepaskan diri dari tekanan atau teror penonton.

"Pertahanan yang solid dan dukungan gila suporter bisa membuat pemain Vietnam frustrasi. Dalam situasi ini serangan balik ala Indonesia akan mematikan vietnam," ungkap Raja.

Di lain pihak, Raja memberi apresiasi kepada Alfred Riedl yang dinilai mampu mengembangkan permainan Indonesia dengan modal minor.

"Tidak gampang membentuk tim yang absen selama setahun lebih di pentas internasional. Belum lagi ada aturan pembatasan maksimal dua pemain dari satu klub yang boleh memperkuat timnas. Saya salut dengan kinerja Riedl," jelasnya.

Terkait lawan siapa lawan Timnas Indonesia andai lolos ke final, Raja menunjuk Thailand sebagai tim paling kuat di Piala AFF 2016. "Kualitas mereka masih satu tingkat di atas tim lain. Tapi, itu bukan berarti mereka tidak bisa dikalahkan," pungkas Raja mengakhiri pembicaraan.

 

Berita Terkait