Yanto Basna Pasrah jika Digusur oleh Manahati Lestusen

oleh Ario Yosia diperbarui 05 Des 2016, 15:00 WIB
Manahati Lestusen, bermain apik mengawal pertahanan Timnas Indonesia saat berjumpa Vietnam di leg pertama semifinal Piala AFF 2016 pada Sabtu (3/12/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Jakarta - Penampilan bek muda, Rudolf Yanto Basna, di sepanjang babak penyisihan Grup A Piala AFF 2016 mendapat kritikan. Ia dinilai jadi salah satu titik lemah pertahanan Timnas Indonesia. Ada kemungkinan posisinya bakal digeser Manahati Lestusen.

Yanto Basna selalu jadi pilihan utama Alfred Riedl di tiga pertandingan penyisihan. Ia berduet dengan Fachrudin Aryanto.

Dikawal kedua stoper, lini pertahanan Timnas Indonesia dijebol tujuh kali. Perinciannya: Thailand empat gol (skor akhir 2-4), Filipina dua gol (2-2), dan Filipina satu gol (2-1).

Advertisement

Keduanya harus absen pada pertadingan semifinal leg pertama melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Lini belakang Tim Merah-Putih dikawal duet Manahati Lestusen dan Hansamu Yama.

Penampilan keduanya dinilai lumayan. Tim tamu terlihat kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Hansamu Yama bahkan mencetak satu dari dua gol Timnas Indonesia.

Bek Timnas Indonesia, Yanto Basna, berusaha membuang bola dari jangkauan pemain Thailand pada laga Piala AFF 2016 di Philippine Sports Stadium, Filipina, Sabtu (19/11/2016). Hingga babak pertama usai Indonesia masih tertinggal 0-2. (Bola.com/Nicklas Hanoa

Pujian dilayangkan ke Manahati Lestusen yang melakukan sejumlah penyelamatan krusial. Pilar Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2013 dan 2015 serta Asian Games 2014 terlihat amat kuat dalam duel satu lawan satu plus sulit ditaklukkan saat berduel udara.

Sejatinya, ia jadi pilihan utama Alfred Riedl saat Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF 2014. Hanya pada saat itu ia beroperasi di sektor tengah sebagai jangkar.

Di Piala AFF 2016, ia hanya sekali diberi kesempatan tampil di babak penyisihan, yakni saat Indonesia bersua Filipina. Ia diplot menggantikan Beny Wahyudi yang ditarik keluar karena kelelahan.

Manahati dipuji karena ia amat komunikatif dengan pemain lain. Agak berbeda dengan duet Yanto Basna dan Fachrudin, yang dinilai terlalu diam.

"Padahal, dua bek tengah harus rajin berkoordinasi. Mereka juga wajib mengingatkan pemain lain agar menjaga kompeksitas antarlini, karena di sektor belakang lebih mudah melihat kebocoran posisi pemain," tutur Sudirman, mantan kapten Timnas Indonesia pada era 1990-an.

Alfred Riedl, seusai laga menyebut dirinya belum mengambil keputusan final siapa pemain yang akan dipercaya mengawal lini pertahanan Timnas Indonesia. "Saya akan melihat kondisi terkini masing-masing pemain. Pertandingan ini amat krusial bagi Indonesia, saya harus cermat menetapkan pemain," ungkap pelatih asal Austria tersebut.

Yanto Basna menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir ke pelatih. Menurut stoper jangkung kelahiran Sorong, 12 Juni 1995 kepentingan tim adalah segalahnya. Tampil bermain di lapangan atau duduk di bangku cadangan adalah konsekuensi yang harus ditanggung setiap pemain. "Biarkan pelatih yang menentukan. Saya selalu siap memberikan yang terbaik jika dipercaya jadi pemain utama," kata bek asal Persib Bandung jelang keberangkatan ke Hanoi.

Pertandingan semifinal leg kedua Piala AFF 2016 atmosfernya akan berbeda. Vietnam yang berstatus sebagai tuan rumah akan memegang kendali permainan. Mereka ingin mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor telak untuk mengamankan jalan ke final.

Bek-bek di sektor belakang Tim Garuda harus siap menghadapi gempuran bertubi-tubi sepanjang pertandingan.