Yamaha Indonesia Tanggapi Sanksi 6 Bulan untuk Syahrul Amin

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 07 Des 2016, 17:08 WIB

Bola.com, Jakarta - General Manager After Sales & Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, M. Abidin, menyebut sanksi yang dijatuhkan FIM Asia kepada Syahrul Amin terlalu berat.

Advertisement

Syahrul Amin mendapat sanksi enam bulan larangan balapan di level Asia karena bertindak tak sportif saat turun pada ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) di Buriram, Thailand, Minggu (4/12/2016). Dia tertangkap kamera menyikut dan menyenggol motor pebalap Australia, Jack Mahaffy, dengan lututnya saat balapan kedua ARRC kelas Asia Production 250.

"Memang sanksinya terlalu berat, tapi itu konsekuensi yang harus diterima untuk pelanggaran demikian. Semoga ini jadi pembelajaran buat ke depannya," kata Abidin kepada Bola.com, Rabu (7/12/2016).

Abidin mengungkapkan tak akan ada sanksi tambahan dari Yamaha Indonesia buat juara kelas sport 150cc dan 250cc Kejurnas IRS 2016 itu. "Dari Yamaha Indonesia tidak ada sanksi karena dia pebalap muda yang butuh pengalaman. Kami akan intensif edukasi Syahrul Amin," tuturnya.

Pria berusia 45 tahun ini meminta publik untuk tidak beropini berlebihan. Dia berharap pebalap muda seperti Syahrul Amin mendapat dukungan.

"Dukunglah talenta muda seperti Syahrul Amin untuk terus memperbaiki diri. Penyelenggara balap di Indonesia juga harus berkaca dengan kejadian ini. Artinya ajang balap dalam negeri harus bisa memperbaiki kualitas penyelenggaraannya. Semoga hal ini menjadi acuan perbaikan di masa datang," ujar M. Abidin.