Kapolda Sumbar Fasih Bicara soal Semen Padang dan Didier Zokora

oleh Arya Sikumbang diperbarui 27 Apr 2017, 19:15 WIB
Kapolda Sumbar, Brigjen Pol Fakhrizal, bicara sepak bola terkait Semen Padang dan Didier Zokora. (Bola.com/Arya Sikumbang)

Bola.com, Padang - Insiden cedera yang menimpa Ko Jae-sung menjelang bergulirnya Liga 1 2017 memaksa Semen Padang mendatangkan marquee player. Gelandang Korea Selatan yang telah terikat kontrak itu harus menepi selama tiga bulan setelah mendapat cedera saat melawan PS TNI pada uji coba 5 April 2017.

Sempat mencuat lima nama yang akan dipilih sebagai marquee player, akhirnya Semen Padang menetapkan pilihan kepada Didier Zokora. Pengalaman Zokora selama bermain di liga-liga Eropa diharapkan dapat membawa tim Kabau Sirah menjadi juara Liga 1.

Harapan itu juga dirasakan Kapolda Sumbar Brigjen Pol. Fakhrizal. Orang nomor satu di Polda Sumbar ini sangat tertarik ketika diajak membahas sepak bola terutama mengenai kekuatan Semen Padang dan kedatangan pemain Pantai Gading itu.

"Mudah-mudahan dengan bergabungnya Didier Zokora dapat menambah kekuatan lini tengah Semen Padang. Apalagi ia pemain yang pernah main di Liga Eropa dan juga Piala Dunia. Semoga bisa dimainkan melawan Persipura," kata Fakhrizal.

Menurut Fakhirzal, sepak bola memang tidak tergantung pada seorang pemain saja. Tetapi, dengan datangnya pemain yang pernah bermain di Piala Dunia dapat memberikan motivasi pemain lain untuk mengeluarkan kemampuannya.

Advertisement

Akan tetapi, sambung Fakhrizal, untuk menentukan line-up pemain yang menjadi starting eleven tentu pelatih yang mempunyai kewenangan. Pelatih lebih tahu siapa pemain yang paling siap untuk memulai pertandingan sejak kick-off.

"Tentunya dengan kedatangan Didier Zokora sebagai marquee player membuat lini tengah Semen Padang akan solid dan juga akan membuat persaingan untuk jadi bergairah karena para pemain akan menunjukkan kebolehannya," tutur fans Barcelona ini.

Dalam beberapa kesempatan bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Fakhrizal pernah terlihat menonton langsung pertandingan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, seperti uji coba melawan PS TNI dan laga pertama Liga 1 melawan Sriwijaya FC.

"Pertama, saya menonton langsung karena suka sepak bola. Kedua, dengan kehadiran saya dan Gubernur tentunya diharapkan dapat memotivasi pemain Semen Padang untuk memenangi pertandingan. Jika tidak ada kesibukan, mudah-mudahan melawan Persipura saya bisa menonton," paparnya.

Menyoal terjadinya kerusuhan di Gresik, seusai pertandingan kontra Persegres Gresik, dan mengakibatkan kepala gelandang lincah Riko Simanjuntak luka akibat lemparan batu ke bus pemain Semen Padang, mantan Kapolda Kalteng ini berpesan kepada suporter Semen Padang untuk tidak membalas dendam.

Fakhrizal menilai sejauh ini penonton di Sumbar sangat tertib dan harus dipertahankan karena itu merupakan salah satu bentuk sportivitas. Untuk mengantisipasi kerusuhan yang bisa terjadi kapan saja, diantisipasi dengan menempatkan keamanan yang berlipat terutama menjaga tim tamu.

"Jangan sampai kerusuhan itu terjadi di daerah kita karena itu dapat mencoreng nama daerah. Jadi suporter itu harus siap menang, siap kalah," kata Fakhirzal, yang lulus seleksi PSP Junior dan tampil Piala Soeratin 1982.