5 Sindiran Rival untuk Valentino Rossi

oleh Andhika Putra diperbarui 13 Mei 2017, 07:30 WIB
Aksi Valentino Rossi di lintasan kerap mendapat sindiran dari para rivalnya.(Crash)

Bola.com, Jakarta - Selama 17 tahun berkarier di MotoGP, Valentino Rossi telah meraih sembilan gelar juara dunia, serta ketenaran yang sangat sulit disaingi pebalap lain. Namun, Rossi bukan hanya memiliki pemuja fanatik yang tersebar di seluruh dunia. Dia juga memiliki rival yang datang dan pergi sepanjang karier di ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut. 

Selain itu, ada juga pengkritik dari luar lintasan, mulai pengamat hingga fans pebalap lain. 

Advertisement

Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo, menjadi salah satu sosok yang sering melontarkan komentar miring atau sindiran kepada Rossi. Hubungan kedua rider tersebut memang tak sering mengalami pasang surut dan mencapai titik nadir pada akhir musim MotoGP  2015.

Salah satu sindiran Lorenzo terhadap Valentino Rossi yang paling fenomenal adalah saat rider asal Spanyol tersebut mengaku tak pernah berteman dengan The Doctor."Valentino dan saya tak pernah menjadi teman, itu bukan ingin mengejutkan Anda karena itulah kenyataannya. Dia bukan musuh saya, dia rival saya," ujar Lorenzo.

Namun, bukan Lorenzo saja yang kerap melontarkan sindiran untuk Rossi. Para mantan pebalap seperti Max Biaggi dan Sete Gibernau juga pernah melakukan hal yang sama setelah melihat beberapa aksi The Doctor di lintasan.

Berikut  ini lima sindiran untuk Valentino Rossi di MotoGP yang dirangkum Bola.com:

2 dari 6 halaman

Sindiran Marquez soal Insiden Rossi-Zarco

Valentino Rossi (kiri) dan Marc Marquez. (EPA/Maurizio)

Sindiran Marquez soal Insiden Rossi - Zarco

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, menyindir Valentino Rossi terkait manuver Johann Zarco pada balapan MotoGP Austin, Minggu (23/4/2017). Menurutnya, manuver Zarco biasa terjadi pada balapan MotoGP.

"Itu benar, Johann agresif, tapi saya juga. Kami semua di MotoGP juga begitu. Untuk itu kami tak boleh heran jika melihat pergerakan seperti itu, kami harusnya sudah bisa menduganya," ujar Marquez.

Rossi dan Zarco terlibat insiden pada lap ketujuh saat bersaing memperebutkan posisi ketiga di belakang Dani Pedrosa dan Marquez. Zarco berusaha menyalip Rossi dengan cara tak lazim pada Tikungan 3, sehingga keduanya bersenggolan ringan. Buntutnya, Rossi memotong lintasan pada Tikungan 4.

Akibat insiden ini, Rossi mendapat penalti 0,3 detik karena dianggap mengambil keuntungan dari kejadian tersebut. Setelah balapan, Rossi kemudian mengecam Zarco yang disebutnya menggunakan gaya menyalip level Moto2.

3 dari 6 halaman

Michelle Piro Sebut Rossi Gagal di Ducati

Pebalap penguji Ducati, Michele Pirro. (Sportrider)

Michele Piro Sebut Rossi Gagal di Ducati

Analis trek Jorge Lorenzo, Michele Pirro, menyindir Valentino Rossi soal kegagalannya saat memperkuat Ducati pada musim 2011-2012. Menurutnya saat itu The Doctor gagal menguasai motor Desmosedici.

"Saya hanya menasihati agar dia memahami motor Ducati ini dan jangan mengubahnya menjadi motor Yamaha. Orang lain pernah mencobanya dan tak berhasil," ujar Pirro menyindir Rossi yang pernah gagal menjinakkan motor Ducati dan akhirnya memutuskan kembali ke Yamaha.

4 dari 6 halaman

Gibernau Sebut Gaya Membalap Rossi Berbahaya

Valentino Rossi dan Sete Gibernau terlibat perseteruan panas dalam balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 2005. (Motorcycle USA)

Gibernau Sebut Gaya Membalap Rossi Berbahaya

Mantan pebalap MotoGP, Sete Gibernau, mengaku beruntung sudah pensiun dari lintasan dan tak lagi terlibat rivalitas dengan rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Gibernau menyindir dirinya menghadapi risiko mengalami crash saat masih bersaing dengan Rossi.

"Saya senang dengan keadaan saat ini karena saya tak lagi menghadapi risiko terjatuh dalam pekerjaan saya," ujar Gibernau.

Hubungan Gibernau dan Rossi saat masih sama-sama bersaing di lintasan tak berjalan harmonis. Keduanya sempat terlibat konflik sengit pada MotoGP Spanyol 2005 di Sirkuit Jerez.

5 dari 6 halaman

Max Biaggi Sebut Rossi Sudah Semakin Tua

Valentino Rossi (kanan) dan Max Biaggi. (Red Bull)

Max Biaggi Sebut Rossi Sudah Semakin Tua

Mantan pebalap MotoGP, Max Biaggi, menyebut Valentino Rossi harus berhati-hati dengan usianya yang sudah menginjak 38 tahun. Menurut Biaggi, bukan Marc Marquez atau Maverick Vinales yang bakal menjadi penghalang Rossi untuk menjadi juara dunia, tapi waktu.

"Saat ini dia tak di level yang sama. Saingannya bukan Marquez atau Vinales, tapi waktu," ujar Biaggi.

"Itu normal, tapi dia bukan kehilangan keberanian. Anda akan kehilangan ledakan dalam bereaksi, jadi Anda akan mulai membalap dengan cara yang berbeda," tutur Biaggi.

6 dari 6 halaman

Fans Jorge Lorenzo Sindir Valentino Rossi Lewat kaus

Merchandise baru Jorge Lorenzo berupa kaus yang bertuliskan kata-kata buat menyindir Valentino Rossi. (Bola.com/Marca)

Fans Jorge Lorenzo Sindir Valentino Rossi Lewat kaus

Kepastian Jorge Lorenzo hengkang ke Ducati membuat para penggemar X-Fuera turut bersemangat. Bahkan Fans pebalap berjulukan X-Fuera itu pun memberikan hadiah khusus buat sang idola dalam bentuk kaus yang menyindir Valentino Rossi.

Kaus yang dibuat penggemar Lorenzo bertuliskan kata-kata "Ducati, for rider with cojones, palle, balls" atau "Ducati, untuk pebalap yang jantan". Ucapan tersebut menyindir Valentino Rossi yang tak mampu menaklukkan motor Desmosedici.

 

Berita Terkait